Spiritualitas dan Toleransi Jadi Fondasi Pembangunan, Gubernur Anwar Hafid Ajak Umat Ramaikan Rumah Ibadah

Daerah104 views

PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah harus ditopang oleh kekuatan spiritual dan semangat toleransi antarumat beragama.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri acara Ngobrol Pintar (NGOPI) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah di Circle Coffee Palu, Jumat (15/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH, Zainal Abidin, M.Ag para pemangku adat, tokoh agama, serta sejumlah pemuka lintas agama di Sulawesi Tengah.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh refleksi itu, gubernur banyak mengulas pengalaman kepemimpinannya saat membangun daerah, khususnya ketika memimpin Kabupaten Morowali.

Ia mengaku pernah berada pada titik di mana pembangunan fisik yang masif belum sepenuhnya menghadirkan ketenangan sosial di tengah masyarakat.

“Waktu itu saya mulai berpikir mungkin ada yang salah dari cara kita membangun. Saya kemudian belajar lagi dan melihat bahwa pembangunan tidak cukup hanya fisik. Harus ada landasan spiritual yang hadir di tengah masyarakat,” ujar Anwar Hafid.

Dari pemikiran tersebut, lahirlah program Morowali Berjamaah dan Morowali Mengaji pada tahun 2014. Program itu dirancang bukan hanya sebagai gerakan keagamaan, tetapi juga upaya memperkuat moral sosial masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen lintas agama, mulai dari ustaz, pendeta hingga pemangku adat.

Menurut Anwar Hafid, penguatan nilai spiritual terbukti membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Suasana religius dinilai mampu menciptakan rasa damai, memperkuat kebersamaan, serta menjaga stabilitas sosial yang akhirnya berdampak positif terhadap masuknya investasi ke daerah.

http://BACA JUGA: https://penategas.id/2026/05/14/gubernur-anwar-hafid-siap-bentuk-satgas-ketenagakerjaan-aspirasi-buruh-dan-mahasiswa-direspons-cepat/

Pengalaman tersebut bahkan menarik perhatian kalangan akademisi internasional. Gubernur mengungkapkan dirinya pernah diundang berbicara di hadapan perwakilan dari 28 negara dalam forum di Universitas Gadjah Mada untuk membahas hubungan antara spiritualitas dan pembangunan bangsa.

“Semua sepakat bahwa negara yang ingin maju harus menjadikan nilai spiritual sebagai landasan utama. Bahkan ada rekomendasi agar nilai spiritual diinternalisasi dalam sistem pemerintahan,” katanya.

Ia juga mengaku pernah mendapat undangan dari Jepang dan Thailand untuk mendalami konsep pembangunan berbasis spiritual dan budaya.

Menurutnya, sejumlah negara maju telah lebih dahulu memadukan nilai budaya dan spiritual dalam sistem pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid turut menekankan pentingnya menjaga toleransi sebagai warisan besar para pendiri bangsa. Ia menyinggung lahirnya Piagam Jakarta dan Pancasila sebagai bukti kuatnya semangat persatuan dan saling menghargai di tengah keberagaman Indonesia.

“Tokoh-tokoh dahulu mungkin tidak secanggih kita sekarang, tapi toleransinya luar biasa. Mereka berpikir jauh ke depan bahwa Indonesia hanya akan maju kalau toleransi dijaga,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh umat beragama kembali memakmurkan rumah ibadah. Menurutnya, masjid, gereja, pura, dan rumah ibadah lainnya harus menjadi pusat pembinaan moral, penguatan karakter, sekaligus penjaga harmoni sosial masyarakat.

Anwar Hafid juga memperkenalkan visi “Berani Berkah” yang kini menjadi salah satu pendekatan pembangunan di Sulawesi Tengah. Ia meyakini kesejahteraan dan keamanan hanya dapat terwujud apabila pembangunan berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual masyarakat.

Di akhir dialog, gubernur memberikan apresiasi kepada FKUB Sulawesi Tengah yang dinilainya berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut hingga menjadi perhatian daerah lain di Indonesia.

“Beberapa hari lalu ada FKUB dari luar daerah datang khusus belajar ke Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan kerukunan kita sudah dikenal luas,” tutupnya.