PENATEGAS — Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sulawesi Tengah menggelar silaturahim dan pertemuan bersama pihak SMA PGRI 2 Palu guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi sekolah serta merumuskan langkah strategis untuk kemajuan ke depan.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Drs. Triyono, M.Pd selaku Ketua YPLP PGRI Sulawesi Tengah. Turut hadir dalam kegiatan ini, Dr. Jamaluddin M. Arif, S.Pd M.Pd selaku Sekretaris YPLP, Nova Herlina, S.Pd., M.Pd selaku Bendahara YPLP, dan Dra. Rahmawati selaku Kepala SMA PGRI 2 Palu, serta para guru dan tenaga tata usaha sekolah tersebut.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka, dengan tujuan utama mencari solusi bersama atas tantangan nyata yang selama ini menghambat optimalisasi proses pendidikan di SMA PGRI 2 Palu.
Dalam pertemuan tersebut, teridentifikasi sejumlah persoalan krusial yang perlu segera ditangani. Di antaranya, berbagai infrastruktur yang perlu pembenahan termasuk laboratorium, yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
Selain itu, terungkap pula bahwa, masih rendahnya jumlah peserta didik sehingga menjadi tantangan kedepan.
Menanggapi hal tersebut, Triyono menegaskan bahwa YPLP PGRI Sulawesi Tengah berkomitmen untuk, tidak hanya mendengar, tetapi juga mengawal solusi secara bertahap dan berkelanjutan.
“Beberapa langkah yang disepakati antara lain perbaikan infrastruktur sekolah, khususnya pada atap bangunan, saluran air, dan sistem drainase. Di sisi lain, sekolah juga didorong untuk melakukan promosi yang lebih intensif dan terarah guna meningkatkan jumlah siswa baru, dengan melibatkan jejaring PGRI, orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kata Triyono lagi, penguatan kerjasama dengan orang tua dan komunitas lokal dinilai penting sebagai basis dukungan sosial bagi kemajuan sekolah.
Sementara dalam aspek akademik, pertemuan tersebut menekankan perlunya peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode inovatif, agar SMA PGRI 2 Palu memiliki daya tarik dan mampu bersaing.
“Sekolah juga diharapkan menyusun rencana kontinjensi untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, terang Triyono, disepakati sejumlah langkah lanjutan, antara lain rapat internal bersama guru dan staf untuk membahas secara detail permasalahan dan pembagian peran, koordinasi dengan dinas terkait guna memperoleh dukungan dan bantuan, serta penyusunan proposal perbaikan infrastruktur dan promosi sekolah.
“Kita ingin sekolah ini bangkit dan maju. Dengan kebersamaan, persoalan yang ada bisa kita selesaikan satu per satu,” tandasnya.
Triyono berharap, silaturahim tersebut menjadi titik awal pembenahan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara YPLP PGRI Sulawesi Tengah dan SMA PGRI 2 Palu dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
“Mari bangun sinergitas dan soliditas untuk pendidikan bermutu dan berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya.






