Wagub Sulteng Buka Skrining Penyakit Jantung Bawaan, Dorong Deteksi Dini Selamatkan Generasi Masa Depan

Daerah402 views

PENATEGAS — Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam melindungi kesehatan anak kembali ditegaskan melalui pembukaan kegiatan Skrining Penyakit Jantung Bawaan dalam rangka Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., di SDIT Bina Insan Palu, Jumat (06/02/2026).

Skrining yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sulawesi Tengah ini mengusung tema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak”.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional PERKI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan pada anak.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan persoalan kesehatan serius yang kerap tidak disadari sejak dini.

Padahal, menurutnya, deteksi awal menjadi kunci utama agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Penyakit jantung bawaan adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.

Deteksi dini melalui skrining sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Reny.

Ia menjelaskan, skrining yang dilaksanakan secara gratis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jantung anak sejak awal, sehingga solusi medis dapat segera ditentukan oleh tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, Wagub mengimbau para orang tua dan siswa agar tidak ragu maupun takut mengikuti pemeriksaan.

“Tidak usah takut, karena pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter-dokter ahli yang berpengalaman,” tegasnya, disambut senyum para siswa dan orang tua.

Melalui momentum CHD Awareness Week, Wagub berharap kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan semakin meningkat. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa tidak hanya terpusat di Kota Palu, tetapi dapat diperluas hingga ke kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

“Saya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan juga di daerah lain, sehingga penyakit jantung bawaan dapat diketahui sejak dini di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Untuk mencairkan suasana, Wagub bahkan mengajak murid SDIT Bina Insan Palu bernyanyi bersama lagu Maju Tak Gentar, menumbuhkan semangat, keceriaan, dan keberanian anak-anak.

Usai membuka kegiatan, Wagub meninjau langsung proses skrining di ruang kelas 1 Abu Bakar dan Umar yang disulap menjadi ruang pemeriksaan EKG (elektrokardiografi) dan ekokardiografi (echo jantung).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PERKI Sulawesi Tengah, Kepala Sekolah SDIT Bina Insan Palu, perwakilan Direktur RS Anutapura Palu, serta mahasiswa tim bantuan medis Arteri Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa), yang bersama-sama mendukung suksesnya skrining demi masa depan sehat generasi Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  http://Hari Ke-4 Ops Keselamatan Tinombala 2026, Polres Donggala Tindak Pelanggar secara Humanis