BKKBN Sulteng Audiensi di Donggala

Daerah1,044 views

PENATEGAS – Dalam rangka penanggulangan dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala yang akan digelar pada Februari 2023 mendatang, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Lembaga Pengabdian Masyarakat menggelar Audiensi bersama pemerintah Kabupaten Donggala.

Didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Donggala, Drs. H. Lasamudia, M.Si disambut baik Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Rustam Efendi, S. Pd., SH., M.Ap di ruang kerja Bupati Donggala, belum lama ini.

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Maria Ernawati menyampaikan, tim pendamping stunting telah dibentuk, guna mempercepat penurunan angka stunting di Sulteng. “Sasaran terkini stunting anak di bawah 5 tahun, BKKBN memfasilitasi untuk Tim Pendamping Keluarga. Timnya itu terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB. Dimana target kami di Sulteng 2.484, sementara di Kabupaten Donggala sendiri ada 231 TPK,” ungkap Maria.

Dalam Udiens Maria Ernawati mengungkapkan, prevalensi stunting di Sulteng masih tinggi, yaitu 31,26 persen (Survei Status Gizi Balita Indonesia/SSGBI, 2019). Sebelumnya, 41 persen (Riskesdas, 2013) menjadi 32,5persen (Riskesdas 2018). Sementara target nasional 14 persen pada tahun 2024,”jelasnya.

Guna menekan angka tersebut BKKBN Provinsi Sulawesi Tengan kembali menggelar Audiensi dengan melibatkan, Lembaga Pengabdian Masyarakat dan mahasiswa KKN Tematik dalam penanggulangan dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala.

Menanggapi hal tersebut Bupati Donggala, Dr. Kasman Lassa, S.H., M.H yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Rustam Efendi, S. Pd., SH., M. Ap menyambut rencana Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Dr. Rustam Efendi, dalam rangka penanggulangan dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala sangat butuh keterlibatan dan kerja sama seluruh pihak secara terintegrasi untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala.

Dr. Rustam Efendi mengungkapkan, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional dan Kabupaten Donggala menjadi salah satu kabupaten prioritas, dari 160 kabupaten/kota di Indonesia.

Dr. Rustam Efendi menuturkan, prevalensi stunting yang masih tinggi, perlu segera diatasi bersama baik Pemkab maupun Pemerintah Desa, individu, komunitas, CSR, lembaga donor maupun swasta harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting.

Dalam audiensi tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Donggala, Drs. H. Lasamudia, M.Si mengatakan, sangat mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Donggala. “Kami juga akan melibatkan Tim Pendamping Keluarga mulai dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB semua dilibatkan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Donggala, ucap Lasamudia.

Hadir dalam audiensi tim BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Lembaga pengabdian masyarakat dan DPPKB Kabupaten Donggala. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed