Banjir Rendam Dusun III Desa Palau, Sekitar 30 KK Terdampak

Daerah1,227 views

PENATEGAS Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Balaesang Tanjung sejak dini hari kembali memicu bencana banjir di Dusun III Desa Palau, Kabupaten Donggala, Kamis (08/01/2026).

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pukul 03.00 WITA menyebabkan sungai setempat meluap dan menggenangi permukiman warga hingga siang hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan, air bah merendam rumah-rumah penduduk dengan ketinggian bervariasi. Hingga berita ini diturunkan, genangan belum sepenuhnya surut karena hujan masih turun secara sporadis.

Warga terdampak terpaksa membatasi aktivitas sehari-hari dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir dipicu oleh meluapnya sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah. Kondisi tersebut membuat sungai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras turun.

Akibatnya, air meluber ke kawasan permukiman. Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Warga setempat menyebutkan banjir hampir selalu berulang setiap musim hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan data sementara pemerintah desa, sekitar ±30 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum vital, di antaranya sebuah gereja dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap 6 Balaesang Tanjung. Aktivitas ibadah serta proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan.

Kepala Desa Palau, Moh. Sinapati, bersama aparat desa dan unsur terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir.

Pemerintah desa juga melakukan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala guna memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan optimal.

Turut hadir di lokasi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Donggala, Drs. Abdul Muis, juru bencana Kecamatan Balaesang Tanjung, Akao, serta Dan Pos Bencana Kecamatan Tanantovea, Arfan.

Mereka melakukan pemantauan kondisi lapangan sekaligus memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi banjir susulan.

Pemerintah desa bersama masyarakat berharap adanya penanganan serius dan berkelanjutan dari pihak terkait, khususnya melalui normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang.

Langkah tersebut dinilai mendesak untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang dan mengancam keselamatan serta kenyamanan warga.

Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: https://penategas.id/anwar-hafid-haru-dan-bangga-saksikan-putri-kedua-jalani-sidang-skripsi/

News Feed