PENATEGAS — Di balik sosok pemimpin daerah yang dikenal tegas dan berdedikasi, tersimpan sisi seorang ayah yang penuh cinta dan harapan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si didampingi istri Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan harunya saat menyaksikan anak keduanya, Astri Aulia Anwar, menjalani sidang skripsi sebagai bagian penting dari perjalanan akademiknya di Universitas Trisakti Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Rabu (07/01/25).
Momen tersebut menjadi titik emosional bagi orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu. Dengan suara penuh ketulusan, Anwar Hafid mengungkapkan bahwa hatinya dipenuhi rasa syukur melihat putrinya melangkah sejauh ini melalui proses panjang yang sarat perjuangan, ketekunan, dan doa.
“Hati saya dipenuhi rasa bangga dan haru melihat anak kedua saya, Astri Aulia Anwar, menjalani sidang skripsinya. Melihat langkah demi langkah yang ia tempuh sampai titik ini adalah kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Anwar Hafid.
Bagi Anwar Hafid, pencapaian Astri Aulia Anwar, S.Ked, bukan sekadar keberhasilan akademik, tetapi juga simbol keberhasilan nilai-nilai hidup yang ditanamkan dalam keluarga, tentang kerja keras, kejujuran, dan keteguhan dalam mengejar cita-cita.
Ia menilai bahwa pendidikan bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang pembentukan karakter dan kesiapan mengabdi kepada masyarakat.
Dalam refleksi pribadinya, Anwar Hafid juga membagikan kisah mimpi masa mudanya. Ia mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter, namun jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda. Meski demikian, ia meyakini bahwa mimpi tidak selalu harus terwujud oleh diri sendiri.
“Dulu, cita-cita saya ingin menjadi dokter. Tidak apa-apa jika mimpi itu tidak tercapai oleh saya, biarlah anak saya yang mewujudkannya,” tuturnya dengan penuh keikhlasan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana seorang ayah melihat keberhasilan anak sebagai kelanjutan dari harapan dan doa yang tak pernah putus.
Anwar Hafid berharap Astri Aulia Anwar kelak mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan hati yang tulus, menjadikan pengetahuan sebagai jalan pengabdian kepada sesama.
“Semoga Astri terus melangkah dengan tekad, ilmu, dan hati yang tulus untuk mengabdi kepada sesama,” tambahnya.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa di balik kesuksesan seorang anak, selalu ada doa, pengorbanan, dan ketulusan orang tua.
Di tengah kesibukan memimpin daerah, Anwar Hafid menunjukkan bahwa peran sebagai ayah tetap menjadi prioritas utama, menguatkan makna bahwa keberhasilan sejati adalah ketika nilai keluarga dan pendidikan berjalan beriringan.






