Hilirisasi Komoditas Unggulan Sulteng Dimulai, Ice Cream Nambaso Disiapkan Tembus Pasar Global

Daerah147 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai memperkuat langkah strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah melalui kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten dengan pelaku industri. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengubah potensi sumber daya lokal menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama Hilirisasi Komoditas Unggulan Sulawesi Tengah bersama pengusaha industri dan hilirisasi, Surya Getto di Hotel Best Western Plus Coco Palu. Senin (28/09/2026).

Kesepakatan ini menjadi pijakan awal dalam membangun ekosistem hilirisasi empat komoditas unggulan Sulawesi Tengah, yakni durian, kopi, kelapa, dan kakao. Keempat komoditas tersebut diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu rencana konkret yang disiapkan melalui kerja sama tersebut adalah pengembangan Ice Cream Nambaso, dengan empat varian rasa, yaitu durian, kopi, kelapa, dan coklat. Inovasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan produk khas daerah yang memiliki identitas merek kuat serta peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan oleh empat Ketua KADIN Kabupaten, yakni Faradiba Zaenong dari Parigi Moutong, Andy Abdi Wahid dari Poso, Tasrun dari Morowali, dan Harry Ramdhani dari Sigi, bersama Surya Getto selaku pengusaha industri dan hilirisasi.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., turut menandatangani kesepakatan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pengembangan industri berbasis komoditas lokal.

 

Baca Juga: https://penategas.id/2026/09/21/217-ribu-warga-nikmati-berani-sehat-pemprov-sulteng-perkuat-sinergi-dengan-bpjs-kesehatan/

 

Kegiatan ini juga dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, S.T., Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., serta Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad, S.T., M.T., IPM.

Dalam skema kerja sama ini, KADIN Kabupaten berperan memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, produsen, serta memastikan dukungan rantai pasok bahan baku lokal. Sementara itu, pihak industri bertanggung jawab dalam menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi mutu, strategi pemasaran, hingga membuka akses pasar.

Surya Getto, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director Nusantara King Fruit, memiliki pengalaman dalam pengolahan dan distribusi durian. Pengalamannya di sektor agribisnis, termasuk dalam pengelolaan petani dan rantai pasok saat berkiprah di TaniHub Group, menjadi salah satu latar belakang profesional yang relevan dengan pengembangan hilirisasi komoditas pertanian.

Meski demikian, penandatanganan nota kesepakatan ini masih merupakan tahap awal. Pelaksanaannya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk pemenuhan bahan baku, kesinambungan produksi, teknologi pengolahan, investasi, sertifikasi, dan strategi ekspor.

Kerja sama ini menjadi bagian dari momentum “Deklarasi Perkarantinaan: Gerakan 1000 Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global.” Melalui langkah tersebut, Sulawesi Tengah berupaya memperkuat peran UMKM dan pelaku usaha lokal dalam rantai industri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan tersebut diwujudkan dalam produksi nyata, penyerapan hasil komoditas petani, serta perluasan pasar. Dengan pengolahan yang tepat dan dukungan rantai pasok yang berkelanjutan, durian, kopi, kelapa, dan kakao berpeluang menjadi produk unggulan Sulawesi Tengah yang semakin dikenal di pasar global.