KUR Jadi Jalan Baru Petani Jagung Donggala Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan

Daerah114 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Kabupaten Donggala memperkuat langkah mendorong petani jagung naik kelas melalui perluasan akses pembiayaan.

Salah satunya ditempuh lewat Sosialisasi Tindak Lanjut Kerjasama Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Petani Jagung se-Kabupaten Donggala di Aula Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Jumat (14/08/2026).

Program tersebut diarahkan bukan sekadar membuka akses modal, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkuat usaha tani, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperbaiki kesejahteraan keluarga petani.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., mengatakan keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha.

Kebutuhan mulai dari benih, pupuk, obat-obatan, pengolahan lahan hingga biaya produksi lainnya membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai.

“Melalui program KUR, para petani diharapkan mendapatkan akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, serta kesejahteraan keluarga petani,” ujar Vera.

Menurut Bupati, keberhasilan program KUR tidak cukup hanya dengan tersedianya pembiayaan. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perbankan, koperasi, pendamping, hingga petani sebagai penerima manfaat.

Karena itu, pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, memberikan pendampingan, serta membantu memastikan petani yang memenuhi persyaratan dapat mengakses KUR secara tepat dan bertanggung jawab.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam membangun sektor pertanian Kabupaten Donggala,” katanya.

Bupati Vera berharap dukungan pembiayaan yang dibarengi pendampingan berkelanjutan mampu mendorong petani jagung menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Ketua Badan Pengawas Koperasi RMP Indonesia, Ronny Tanusaputra, menekankan pentingnya pengelolaan pembiayaan secara transparan, akuntabel, dan disiplin.

Menurutnya, KUR tidak boleh dipandang sekadar sebagai dana pinjaman, melainkan modal usaha yang harus dikelola dengan perencanaan matang.

“Modal kerja harus dikelola dengan perencanaan usaha yang matang, dicatat dengan rapi, dipantau pelaksanaannya, dan dikembalikan tepat waktu agar dapat bergulir untuk manfaat petani lainnya,” ujarnya.

KUR Jadi Jalan Baru Petani Jagung Donggala Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan
Foto bersama Bupati Donggala Vera Elena Larun dalam kegiatan Sosialisasi Tindak Lanjut Kerja Sama Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Petani Jagung se-Kabupaten Donggala di Aula Kasiromu Kantor Bupati Donggala, (Dok: Prokopim)

Ia berharap kerjasama pembiayaan tersebut tidak berhenti pada penyaluran kredit. Kemitraan perlu diperluas hingga peningkatan kualitas produksi, pengolahan hasil panen dan pemasaran jagung sehingga nilai tambah usaha tani dapat lebih banyak dinikmati petani.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/14/tmmd-ke-123-buka-jalan-baru-bagi-kepulauan-umbele-anwar-hafid-dorong-percepatan-pembangunan/

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala, Anhar, S.Hut., M.Si., dalam laporannya menyebut pengembangan jagung di Donggala masih memiliki ruang yang besar.

Pada 2025, luas areal eksisting mencapai sekitar 10.000 hektar, sedangkan luas areal potensial mencapai 12.000 hektar. Adapun luas tanam jagung pada 2025 tercatat 4.746 hektar dengan luas panen 2.630 hektar.

Anhar menegaskan pengembangan jagung tidak semata mengejar perluasan lahan dan peningkatan produksi. Yang tak kalah penting adalah memastikan petani mampu mengelola usaha tani secara berkelanjutan.

“Kami mengharapkan peran aktif para penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pendamping desa untuk membantu mengidentifikasi petani atau kelompok tani yang berpotensi mengembangkan usaha jagungnya melalui pembiayaan KUR,” katanya.

Dengan penguatan akses pembiayaan, pendampingan dan kepastian kemitraan, Pemkab Donggala berharap komoditas jagung dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi pertanian sekaligus membuka ruang bagi petani untuk meningkatkan skala usaha dan pendapatan secara berkelanjutan.