Transaksi Digital Didorong Jadi Mesin Baru Ekonomi Sulteng

Daerah129 Dilihat

PENATEGAS – Sulawesi Tengah tak ingin pertumbuhan ekonominya hanya ditopang oleh aktivitas perdagangan konvensional. Pemerintah daerah mulai mendorong transaksi digital sebagai bagian dari strategi mempercepat perputaran ekonomi sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan keuangan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengatakan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun ekonomi daerah yang lebih cepat, efisien, dan aman.

Pernyataan itu disampaikan dr. Reny saat menghadiri Bank Indonesia Posalia Sulteng Digifest bertema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/08/2026).

Wagub Reny mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus memperluas penggunaan pembayaran digital di Sulawesi Tengah. Menurut dia, perubahan pola transaksi bukan sekadar soal mengganti uang tunai dengan pembayaran elektronik.

Di baliknya terdapat peluang untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih terukur dan terintegrasi. “Saya sangat mengapresiasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk perluasan penggunaan pembayaran digital di Sulawesi Tengah dan di dunia usaha,” ujar Reny.

Bagi pelaku UMKM, digitalisasi pembayaran dapat menjadi pintu masuk menuju pengelolaan usaha yang lebih modern. Setiap transaksi yang tercatat secara digital dapat membantu pelaku usaha menata arus kas, membaca perkembangan penjualan, dan memperluas akses ke layanan keuangan.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/11/palu-guangzhou-dibuka-sulteng-mulai-bidik-pasar-global/

Digitalisasi juga membuka peluang UMKM menjangkau pasar yang lebih luas. Batas antara pasar lokal dan pasar digital semakin tipis ketika konsumen dapat bertransaksi tanpa bergantung pada uang tunai.

Namun, percepatan digitalisasi juga menuntut kesiapan pelaku usaha. Kemampuan menggunakan teknologi, memahami layanan keuangan digital, serta menjaga keamanan transaksi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari transformasi tersebut.

Karena itu Wagub mengajak dunia usaha di Sulawesi Tengah tidak sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi menjadikannya sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. “Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, tetapi aman, dan modern,” katanya.

Menurut dr. Reny, ekonomi digital harus tumbuh bersama masyarakat. Teknologi tidak boleh berhenti sebagai etalase inovasi, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Karena itu, ia berharap Posalia Sulteng Digifest menjadi lebih dari sekadar ruang promosi teknologi pembayaran. Forum tersebut diharapkan melahirkan inovasi, mempertemukan pelaku usaha dengan jejaring baru, serta membuka peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Bagi Sulawesi Tengah, digitalisasi pembayaran pada akhirnya bukan hanya perkara cara membayar. Ia menyangkut bagaimana transaksi dicatat, usaha berkembang, akses pembiayaan terbuka, dan ekonomi daerah bergerak lebih cepat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, S.E., M.B.A.; Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si.; Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna; serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.