Palu–Guangzhou Dibuka, Sulteng Mulai Bidik Pasar Global

Daerah71 Dilihat

PENATEGAS – Sulawesi Tengah resmi membuka jalur konektivitas udara langsung ke Tiongkok. Penerbangan perdana China Southern Airlines rute Guangzhou–Palu tiba di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Selasa (11/08/2026), menandai dimulainya layanan penerbangan pulang-pergi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia.

Kedatangan pesawat disambut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., melalui prosesi water salute. Momentum tersebut menjadi penanda babak baru konektivitas internasional Sulteng sekaligus membuka peluang lebih luas bagi perdagangan, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Reny mengatakan, pembukaan rute Guangzhou–Palu merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah sejak 2025 untuk menghidupkan kembali dan memperkuat konektivitas internasional dari Sulawesi Tengah.

“Sejak tahun 2025, Pak Gubernur sudah mengupayakan agar bandara internasional ini bisa memiliki penerbangan langsung ke Tiongkok. Alhamdulillah, hari ini China Southern Airlines resmi membuka rute Guangzhou–Palu dan sebaliknya,” kata Reny.

Menurut dia, penerbangan langsung tersebut tidak sekadar memangkas waktu perjalanan. Lebih jauh, konektivitas ini dinilai dapat menjadi infrastruktur strategis untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam jaringan ekonomi regional.

Sebelum rute tersebut tersedia, masyarakat Sulteng yang hendak menuju Guangzhou harus transit melalui Jakarta, bahkan tidak jarang harus menginap. Kondisi itu membuat perjalanan lebih panjang dan mahal.

“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” ujarnya.

Sinyal positif terlihat dari tingkat keterisian penerbangan perdana. Dari kapasitas sekitar 200 kursi, sebanyak tercatat mengisi penerbangan tersebut.

Tingkat keterisian itu menjadi modal awal bagi keberlanjutan rute Palu–Guangzhou. Reny meminta promosi penerbangan dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor pariwisata dan perhubungan.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/10/bukan-sekadar-perpisahan-bupati-donggala-lepas-kajari-andi-reny-dengan-pesan-2/

“Promosi ini jangan berhenti di sini. Mari kita bersama-sama, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, mempromosikan penerbangan ini supaya tingkat keterisiannya terus penuh,” tegasnya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bahkan memproyeksikan frekuensi penerbangan tersebut meningkat menjadi dua kali dalam sepekan mulai September 2026.

Bagi pemerintah daerah, peningkatan frekuensi bukan hanya persoalan jumlah penerbangan. Keberlanjutan rute akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah menciptakan arus penumpang dua arah—baik masyarakat Sulteng yang bepergian ke Tiongkok maupun wisatawan, pelaku usaha, dan investor dari Tiongkok yang datang ke Sulawesi Tengah.

Wagub Reny menilai keberadaan penerbangan internasional harus diikuti dengan kesiapan sektor-sektor pendukung. Pariwisata, perdagangan, investasi, hingga layanan transportasi perlu bergerak beriringan agar konektivitas udara menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan jaringan penerbangan dari berbagai daerah menuju Palu. Langkah tersebut dipandang penting untuk memperkuat posisi ibu kota provinsi sebagai simpul transportasi sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Kalau kita ingin dikenal, kita harus memiliki bandara internasional dan penerbangan internasional yang aktif. Ini membuka jalan bagi kemajuan perdagangan, ekonomi, pariwisata, dan hubungan kita dengan negara lain,” kata dr. Reny.

Ia berharap rute Palu–Guangzhou tidak berhenti sebagai seremoni pembukaan. Pemerintah daerah menargetkan layanan tersebut berlangsung berkelanjutan, frekuensinya meningkat, dan diikuti penguatan infrastruktur pendukung di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri.

“Kita berharap rute ini konsisten, frekuensi penerbangan terus bertambah, dan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri semakin berkembang. Ini adalah wujud komitmen Pemprov Sulteng agar daerah kita terus maju,” pungkasnya.

Penyambutan penerbangan perdana turut dihadiri General Manager China Southern Airlines Wang Hongxiong, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

News Feed