Belajar Memimpin dari Keterbatasan, PKA Sulteng Menjadikan Donggala Laboratorium Birokrasi

Daerah40 Dilihat

PENATEGAS — Kepemimpinan birokrasi tidak selalu diuji di ruang rapat dengan meja panjang dan tumpukan dokumen kebijakan. Di Kabupaten Donggala, ujian itu hadir dalam bentuk yang lebih nyata: keterbatasan fiskal, wilayah yang rentan bencana, hingga kesenjangan pembangunan antar kawasan.

Persoalan itulah yang coba dibaca oleh 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 ketika memilih Donggala sebagai lokasi studi lapangan, Senin, (10/08/2026)

Rombongan peserta dan pendamping dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah diterima di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala. Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si., mewakili Bupati Vera Elena Laruni, S.E., hadir bersama jajaran pemerintah daerah.

Sejak awal, pemerintah kabupaten ingin mengubah kunjungan itu dari sekadar agenda pendidikan kedinasan menjadi ruang untuk menguji gagasan.

Peserta PKA tidak hanya diajak melihat apa yang berhasil di Donggala. Mereka justru didorong memahami proses di balik keberhasilan itu: bagaimana kebijakan dirumuskan, bagaimana aparatur bekerja, dan bagaimana pemerintah mengambil keputusan ketika sumber daya tidak selalu memadai. Pesan tersebut sejalan dengan amanat Bupati Donggala yang disampaikan dalam kegiatan itu.

“Studi lapangan bukan tentang melihat apa yang sudah baik, tetapi memahami bagaimana sebuah sistem bekerja dalam keterbatasan,” kata Bupati. Kalimat itu menjadi semacam garis bawah bagi kegiatan STULA tersebut. Sebab, bagi pemerintah daerah, keberhasilan birokrasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan beradaptasi terhadap kondisi riil di lapangan.

Donggala memang bukan daerah tanpa masalah. Keterbatasan fiskal masih menjadi salah satu tantangan. Risiko bencana membayangi pembangunan. Sementara bentang wilayah yang luas membuat pemerataan pelayanan dan pembangunan menjadi pekerjaan yang tidak sederhana. Namun keterbatasan itu tidak lantas menghentikan pemerintah daerah mencari cara baru.

Sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif dan perikanan dipilih sebagai dua ruang pembelajaran utama bagi peserta PKA. Mereka akan melihat secara langsung bagaimana pemerintah daerah mengelola potensi yang dimiliki sekaligus menghadapi persoalan yang menyertainya. Dua perangkat daerah menjadi lokus pembelajaran: Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perikanan Kabupaten Donggala.

Di sektor pariwisata, peserta diarahkan melihat pengembangan potensi berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Sedangkan di sektor perikanan, mereka mempelajari berbagai program dan inovasi yang diarahkan untuk memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Haris Karim, S.T., M.M., mengatakan Donggala dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini dinilai memiliki sejumlah inovasi dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang layak dijadikan bahan pembelajaran bagi peserta PKA. “Pemerintah Kabupaten Donggala dipilih sebagai lokasi studi lapangan karena dinilai memiliki inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/10/informasi-harga-kebutuhan-pokok-dan-bahan-strategis-pasar-inpres-malonda-kabupaten-donggala-jumat-10-08-2026/

Capaian Donggala menjadi salah satu pertimbangannya. Pemerintah kabupaten antara lain meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama serta Inagara Award dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah membangun inovasi administrasi publik dan tata kelola yang berkelanjutan. Tetapi penghargaan bukanlah akhir dari cerita.

Bagi peserta PKA, yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana sebuah inovasi dapat bertahan ketika berhadapan dengan birokrasi, anggaran terbatas, tuntutan masyarakat, dan perubahan kebijakan. Di titik inilah studi lapangan menjadi lebih dari sekadar kunjungan.

Peserta dituntut tidak hanya mengagumi praktik yang dianggap berhasil. Mereka diminta membedahnya, menemukan kelemahannya, lalu mempertanyakan apakah praktik serupa dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Bupati Donggala mengingatkan bahwa kepemimpinan birokrasi tidak cukup dibentuk melalui teori. Seorang administrator, menurut dia, akan terlihat kapasitasnya ketika menghadapi persoalan yang tidak tercantum dalam buku pelajaran: tekanan publik, keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektor, hingga tuntutan untuk menghasilkan pelayanan yang cepat dan tepat.

Karena itu, aparatur dituntut adaptif dan responsif. Pemimpin birokrasi juga harus mampu memastikan bahwa inovasi tidak berhenti sebagai program atau dokumen perencanaan. Inovasi harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Pandangan tersebut sekaligus menempatkan integritas sebagai bagian penting dari kepemimpinan.

Pemerintahan yang baik tidak hanya berbicara tentang efektivitas program, tetapi juga transparansi, akuntabilitas dan kemampuan menjaga kepercayaan publik. Prinsip good governance menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar apabila birokrasi ingin memperoleh legitimasi dari masyarakat.

Sebanyak 40 peserta PKA Angkatan XXI yang mengikuti studi lapangan itu berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Mereka didampingi 10 penyelenggara dari BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah. Pada akhirnya, STULA di Donggala bukan sekadar tentang apa yang bisa ditiru.

Yang lebih penting adalah apa yang bisa dipelajari dari prosesnya. Sebab birokrasi tidak bekerja dalam kondisi ideal. Ia bekerja di tengah keterbatasan. Dan justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji: ketika seorang pemimpin mampu mengubah keterbatasan menjadi alasan untuk berinovasi, bukan dalih untuk berhenti.

Pembelajaran itu diharapkan dibawa pulang para peserta PKA untuk diterapkan di unit kerja masing-masing, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Donggala: “Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.”

Kegiatan turut dihadiri Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajaran, para widyaiswara, panitia dan peserta PKA Angkatan XXI, serta pimpinan perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala.