Wagub Sulteng Kukuhkan Pengurus BAMAG 2026–2031, Dorong Gereja Ambil Peran Nyata Atasi Persoalan Sosial

Daerah295 views

PENATEGAS – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, secara resmi mengukuhkan Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (1/5/2026), dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam kepengurusan yang baru, Lukky Semen dipercaya sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Kaleb Tokii sebagai Sekretaris Umum, serta Son Heri Polii sebagai Bendahara Umum. Struktur kepengurusan ini diharapkan mampu membawa BAMAG semakin solid dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan gereja harus mampu menjadi kekuatan sosial yang aktif dan solutif.

“Gereja tidak hanya menjadi pusat pembinaan iman, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Reny.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025, masih terdapat sekitar 78.000 rumah tangga di Sulawesi Tengah yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif lembaga keagamaan.

“Kami mengajak seluruh gereja untuk bergerak bersama—mengidentifikasi, mendampingi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Penanganan rumah tidak layak huni akan menjadi prioritas besar pada 2027,” ujarnya.

http://BACA JUGA: https://penategas.id/vanya-wijaya-ajak-generasi-muda-ikut-lomba-nyanyi-tingkat-nasional-jiwantara-kanjuruhan-2026-season-i/

Selain itu, Wakil Gubernur juga menyoroti sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, seperti “Berani Sehat”, “Berani Cerdas”, dan “Berani Berkah”.

Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. “Kami berkomitmen memastikan tidak ada warga yang tertinggal, termasuk dalam mendapatkan layanan kesehatan hanya karena keterbatasan ekonomi,” katanya.

Sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik, pemerintah juga menghadirkan layanan “Command Center Berani”, yang berfungsi sebagai kanal komunikasi terbuka selama 24 jam. Melalui nomor 0811-666-2222, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun pengaduan secara langsung.

“Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk didengar. Aspirasi, kritik, dan pengaduan bisa langsung disampaikan tanpa batas waktu,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan harapan besar kepada pengurus BAMAG yang baru agar mampu menjadi perekat persaudaraan lintas gereja, memperkuat toleransi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“BAMAG harus menjadi perekat persaudaraan lintas gereja, memperkuat toleransi, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah saatnya bergerak bersama untuk Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pengurus BAMAG, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan.