PENATEGAS – Komitmen menjaga kesehatan ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa terus diwujudkan Pemerintah Desa Malei melalui unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Vegata.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan vaksinasi Infectious Laryngotracheitis (ILT) pada ayam petelur yang telah memasuki usia 17 minggu.
Vaksinasi ini menjadi bagian penting dari program ketahanan pangan desa, terutama dalam mencegah penyakit menular pada unggas.
ILT merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan ayam dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan serta produktivitas telur.
Tanpa pencegahan yang tepat, serangan penyakit ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Dengan pemberian vaksin tepat waktu, ayam petelur diharapkan dapat tumbuh sehat dan siap memasuki masa produksi secara optimal.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap risiko penurunan produksi telur yang bisa mempengaruhi stabilitas pasokan pangan di tingkat desa.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh Akif selaku Penyuluh Pertanian sekaligus Petugas Kesehatan Hewan Kecamatan Balaesang Tanjung.
Kegiatan tersebut turut didampingi Penyuluh Pertanian Desa Malei yang juga menjabat sebagai Koordinator BPP Kamonji, Azar, S.Agr.
Pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh proses vaksinasi berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan prosedur teknis yang telah ditetapkan.
Tidak hanya petugas teknis, jajaran pengurus BUMDes Vegata juga hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Ketua BUMDes Syaifuddin, Sekretaris Ayub Zein, serta Bendahara Khofifa menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur sebagai salah satu sumber pendapatan desa.
Kehadiran para pengurus BUMDes menjadi bukti keseriusan pengelolaan usaha desa yang berbasis profesionalisme dan prinsip kehati-hatian.
Mereka menyadari bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah populasi ayam, tetapi juga oleh penerapan manajemen kesehatan ternak yang disiplin dan terukur.
Kepala Desa Malei, Moh. Najib, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara penyuluh pertanian, petugas kesehatan hewan, dan pengelola BUMDes.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan desa.
“Melalui pengelolaan yang baik dan penerapan standar kesehatan ternak, usaha ayam petelur ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi desa, baik dari sisi ketersediaan pangan maupun peningkatan pendapatan asli desa,” ujar Moh. Najib, Rabu (26/02/2026).
Ia menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Desa Malei.
Dengan pengelolaan yang terencana dan berbasis standar kesehatan, usaha ayam petelur BUMDes Vegata diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui vaksinasi ILT ini, Pemerintah Desa Malei optimistis unit usaha peternakan ayam petelur akan terus berkembang, memberikan kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan lokal, serta menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.






