oleh

Unmet Need Donggala Hanya 10.000 Jiwa

-Daerah-340 views

PENATEGAS – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Donggala, Drs. H. Lasamudia, M.Si mengatakan, target capaian realisasi pada Pasangan Usia Subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Donggala belum mencapai target yang ditetapkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tahun ini (2021), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah memberi target sebanyak 18.995, orang yang menerima serta mengikuti (pelaksanaan) program keluarga berencana,” kata Kadis PPKB Kabupaten Donggala di ruang kerjanya belum lama ini.

Besarnya target yang diberikan tidak masuk dalam Unmet Need atau kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, persentase perempuan kawin yang tidak ingin memiliki anak lagi atau ingin menjarangkan kelahiran tetapi tidak memakai kontrasepsi.

Konsep unmet need menunjuk pada kesenjangan antara niat reproduksi wanita dan perilaku kontrasepsi mereka. Unmet need dapat dipahami dalam dua perspektif, yaitu sisi penyedia layanan dan dari sisi klien.

“Pemerintah sebagai penyedia layanan bertanggung jawab dan berupaya menyediakan alat kontrasepsi yang dibutuhkan masyarakat sebagai klien,” kata Lasamudia.

Salah satu upaya untuk memenuhi target tersebut tambah Kadis, DPPKB Kabupaten Donggala membuka pelayanan KB gratis sekaligus memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, 1 November 2021, di 16 kecamatan.

“Saat ini target 18.995 baru terealisasi sekira 60 persen lebih. Semoga di akhir tahun 2021 dapat bertambah meskipun tidak memenuhi target 100 persen,” ucap Kadis PPKB.

Unmet Need Donggala Hanya 10.000 Jiwa
Pelaynanan KB gratis di Desa Labuan Salumbone (1/11).
(Dok. DPPKB Donggala)

Lasamudia menambahkan jika hal tersebut tidak dapat terpenuhi sampai akhir tahun 2021, maka DPPKB Donggala membuat telaahan staf akibat tingginya standar Unmet Need yang diberikan Kabupaten Donggala.

“Berdasarkan Unmet Need, Kabupaten Donggala hanya dapat merangkul PUS untuk ber-KB sebesar 10.000, di tahun 2021. Dengan angka ini, di pastikan DPPKB Kabupaten Donggala dapat mencapai target 100 persen,” terangnya.

Berdasarkan data per- kecamatan di Kabupaten Donggala dalam rangka pelayanan KB gratis, Akseptor tertinggi terdapat di Kecamatan Sojol dengan jumlah Akseptor sebanyak 157 jiwa, Kecamatan Dampelas 40 Akseptor, Kecamatan Balaesang 27 Akseptor, Kecamatan Balaesang Tanjung 43 Akseptor, Kecamatan Sirenja 94 Akseptor, Sindue Tombusabora 66 Akseptor, Kecamatan Sindue Tobata 75Akseptor, Kecamatan Sindue 80 Akseptor, Kecamatan Labuan 31 Akseptor, Kecamatan Tanantovea 20 Akseptor, Kecamatan Banawa 21 Akseptor, Kecamatan Banawa Tengah 37 Akseptor, Kecamatan Banawa Selatan 33 Akseptor Kecamatan Rio Pakava 118, Kecamatan Pinembani 24 Akseptor.

sedangkan untuk kecamatan yang paling rendah berada di Kecamatan Sojol Utara dengan 16 Akseptor KB. Melalui program tersebut, Kadis DPPKB Kabupaten Donggala akan mengarahkan wanita usia subur ikut ber-KB guna memenuhi target yang ditetapkan oleh BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.