oleh

TNI AU Terbangkan Alutsista, Respon Gempa Sulawesi Barat

-Nasional-696 views

Penategas – Panglima TNI, Marsekal. Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P. menginstruksikan, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau)  Marsekal TNI. Fadjar Prasetyo, memerintahkan untuk menerbangkan pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Instruksi tersebut disampaikan, terkait terjadinya musibah gempa bumi di Sulawesi Barat, Majene guna memantau dari udara dan memastikan situasi kondisi daerah terdampak gempa.

Melalui instruksi tersebut, TNI AU juga menyiagakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 Lanud HND dan Skadron Udara 31 Lanud Halim P, pesawat CN 295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, dan satu pesawat Helikopter Super Puma NAS-332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja standby SAR Lanud Sultan Hasanuddin, guna dukungan Search dan Rescue (SAR), evakuasi, dan bantuan logistik kepada warga masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini merupakan wujud dari kehadiran Negara melalui TNI AU di tengah masyarakat yang tertimpa musibah bencana, sekaligus merupakan pelaksanaan tugas TNI pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang salah satunya adalah penanggulangan bencana alam,”terang Marsekal TNI. Fadjar prasetyo.

Gempa Bumi tektonik mengguncang majene, terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021 pukul 01.28.17. berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M=6,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah timur laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrum, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Majene, Mamuju IV-V MMI Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa III MMI.Dari hasil pemodelan menunjukkan gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sebelum gempa utama, pada pukul 01.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan 1 aktivitas gempa bumi pendahuluan ( foreshock ) dengan magnitudo M=3,1.

Hingga Jumat, 15 Januari 2021 pukul 02.20 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 6 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock) dengan magnitudo maksimum M=4,1. Gempabumi ini masih merupakan rangkaian gempabumi pada tanggal 14 Januari 2021 Pukul 13.35 WIB dengan magnitudo M=5,9.(adam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.