Prof. Slamet: Sebaiknya Fokus Kawal Pemilu Bersih

Daerah327 views

PENATEGAS – Pengamat politik Universitas Tadulako Palu, Prof Slamet Riyadi mengatakan agar rakyat Indonesia tidak perlu risau dengan melihat hasil Quick count pemilu yang saat ini lagi ramai diberitakan di sejumlah media. Sebaiknya masyarakat fokus kawal agar Pemilu berlangsung jujur dan bersih.

Menurutnya, hasil quick count belum mencerminkan hasil Pemilu, termasuk hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (PPWP).

“Tidak perlu risau atau cemas dulu, karena quick count itu memang dibenarkan, ada juga metodologinya tersendiri, tetapi itu belum tentu menggambarkan hasil yang sebenarnya,” jelas Prof Slamet kepada media ini, saat ditemui di kampus, Kamis (15/2/24).

Menurutnya, sebaiknya masyarakat mengawal proses penghitungan dan rekapitulasi, dan menjadikan hasil quick count hanya sebagai data awal saja.

Kata Prof. Slamet potensi kecuranganlah yang mesti menjadi fokus masyarakat saat ini, sehingga hasil Pemilu yang nantinya diumumkan oleh KPU sesuai dengan pilihan dan harapan Rakyat.

“Jikapun hasil quick count sama dengan hasil penghitungan KPU, maka itulah hasilnya dan tentu hasilnya yang bukan karena curang,” jelasnya.

Jikapun ditemukan kecurangan, maka sebaiknya ditempuh jalur-jalur hukum yang diatur dalam ketentuan Pemilu.

Namun jika berbeda hasilnya dengan quick count, maka masyarakat harus menerima selama tidak ditemukan kecurangan, karena memang quick count bukan hasil sebenarnya.

“Quick count itu biasanya menggunakan sampel, bukan menyasar seluruh TPS sehingga potensi berbeda itu memang memungkinkan,” jelasnya.

Anggota Dewan Pakar Indonesian Association for Public Administration (IAPA) ini, menekankan agar kedepan, quick count dalam Pemilu sebaiknya tidak perlu dipublikasikan secara luas, tetapi hanya boleh dikonsumsi secara internal oleh peserta Pemilu.

“Quick count ini kan sama dengan survei sehingga sebaiknya untuk konsumsi internal peserta pemilu saja. Tidak perlu terpublikasi secara luas, biarkan masyarakat menunggu hasil resmi KPU,” pungkasnya.(**)

News Feed