Ribuan Jamaah Padati Kantor Gubernur, Anwar Hafid Ajak Sulteng Bangun Kekuatan Spiritual di Tahun Baru Islam

Daerah33 Dilihat

PENATEGAS – Fajar belum sepenuhnya merekah ketika ribuan jamaah mulai memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026).Suasana yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan berubah menjadi lautan doa dan dzikir dalam pelaksanaan Shalat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, Jumat Subuh Berkah, sekaligus Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan yang dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat Kota Palu itu berlangsung penuh khidmat.

Kehadiran langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., semakin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis nilai spiritual melalui program unggulan Berani Berkah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan Sujud Tilawah, dzikir bersama, doa bersama, hingga tausiyah keagamaan yang diikuti dengan antusias oleh seluruh jamaah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Jumat Subuh Berkah bukan sekadar agenda rutin pemerintah, melainkan gerakan spiritual kolektif yang bertujuan menghadirkan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, berbagai ujian yang dialami daerah ini, termasuk gempa bumi yang kembali dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, harus menjadi momentum introspeksi dan penguatan keimanan.

“Kita di Sulawesi Tengah sedang diingatkan oleh Allah SWT. Tahun 2018 kita pernah menghadapi ujian besar, dan kini kembali merasakan getaran gempa.

Ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan dirinya, tetapi juga harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Anwar Hafid di hadapan ribuan jamaah.

Gubernur menekankan bahwa dalam perspektif pemerintahan modern, terdapat dua tujuan utama yang harus diwujudkan, yaitu prosperity atau kesejahteraan dan security atau rasa aman bagi masyarakat

.http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/19/informasi-harga-kebutuhan-pokok-dan-bahan-strategis-pasar-malonda-kabupaten-donggala-sulawesi-tengah-tanggal-19-06-2026/

“Dalam ilmu pemerintahan, tugas utama pemerintah hanya dua, menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi rakyat. Karena itu, ikhtiar pembangunan tidak cukup hanya melalui program fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diperkuat dengan ikhtiar spiritual,” tegasnya.

Anwar Hafid juga mengajak seluruh ASN untuk menjadikan Subuh Berjamaah sebagai budaya kerja dan budaya hidup. Ia meyakini bahwa keberhasilan pembangunan daerah akan semakin kuat apabila diawali dengan doa dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

“Kalau ribuan pegawai kita memulai hari dengan berdoa bersama, memohon petunjuk dan pertolongan Allah, Insya Allah keberkahan akan turun. Ketika daerah ini penuh berkah, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan roda pemerintahan berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Momentum Tahun Baru Islam juga dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, sekaligus memperkuat persatuan dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju dan berdaya saing.

Ribuan Jamaah Padati Kantor Gubernur, Anwar Hafid Ajak Sulteng Bangun Kekuatan Spiritual di Tahun Baru Islam
Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dalam pelaksanaan Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, Jumat Subuh Berkah, sekaligus Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. (Dok:Biro Administrasi Pimpinan) 

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., yang juga menjabat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa dzikir bukan hanya sebatas melafalkan nama Allah SWT, tetapi menghadirkan kesadaran spiritual dalam setiap langkah kehidupan.

“Dengan banyak mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Ketenangan itulah yang sangat dibutuhkan manusia saat menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk musibah gempa yang menguji keimanan dan kesabaran kita bersama,” tuturnya.

Pelaksanaan Jumat Subuh Berkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya fokus membangun infrastruktur dan perekonomian, tetapi juga berupaya membangun fondasi moral dan spiritual masyarakat.

Melalui program Berani Berkah yang mengintegrasikan gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji, pemerintah berharap semangat kebersamaan, religiusitas, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hj. Arnila Hj. Moh. Ali, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Dra. Novalina, M.M., Ketua Majelis Subuh Berkah, para pimpinan perangkat daerah, serta ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat.

Di bawah langit pagi Kota Palu yang teduh, ribuan suara yang bersatu dalam doa seakan menjadi simbol harapan baru di awal Tahun Baru Islam: Sulawesi Tengah yang aman, sejahtera, religius, dan senantiasa berada dalam keberkahan Allah SWT.