PENATEGAS – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 secara daring pada Sabtu, (25/07/2026). Forum tahunan itu menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan arah program kerja organisasi dengan mengusung tema “Tingkatkan Solidaritas dan Soliditas antara ORDA dan ORLOK, Satu Tujuan, Satu Pengabdian.”
Ketua ORARI Daerah Sulawesi Tengah, YB8OE Eky Simbar, membuka Rakerda dari Villa Manan, Kota Palu. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan memperkuat koordinasi antara ORARI Daerah (ORDA) dan ORARI Lokal (ORLOK) sebagai fondasi utama organisasi.
Menurut Eky, tantangan yang dihadapi ORARI semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi komunikasi. Karena itu, organisasi dituntut tidak hanya menjaga eksistensinya sebagai wadah radio amatir, tetapi juga meningkatkan kapasitas anggota agar mampu menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaan ketika dibutuhkan.
“Soliditas organisasi harus menjadi prioritas. Komunikasi yang baik antara ORDA dan ORLOK akan memudahkan pelaksanaan program kerja sekaligus memperkuat pembinaan anggota,” ujarnya.
Rakerda diikuti tujuh ORARI Lokal, yakni Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Banggai, Tolitoli, dan Buol. Kehadiran mayoritas ORLOK dinilai mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan program organisasi di tingkat daerah.
Dua ORARI Lokal tidak mengikuti rapat tersebut. ORARI Lokal Palu menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan Rakerda secara daring, sedangkan ORARI Lokal Sigi tidak memberikan keterangan mengenai alasan ketidakhadirannya.
Meski demikian, pelaksanaan Rakerda tetap berlangsung sesuai agenda. Seluruh materi yang telah disusun panitia dibahas hingga tuntas tanpa kendala teknis yang berarti.
Selain mengevaluasi program kerja, peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan pembinaan anggota, penguatan koordinasi antarlokal, hingga optimalisasi peran ORARI dalam mendukung komunikasi darurat dan kegiatan kemasyarakatan.
Dalam diskusi, sejumlah Ketua ORARI Lokal berharap hubungan antara ORDA dan ORLOK semakin erat. Mereka menilai komunikasi yang terbuka akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan organisasi sekaligus memperkuat pelaksanaan program di masing-masing daerah.
Bagi ORARI, radio amatir tidak hanya berkaitan dengan aktivitas komunikasi, tetapi juga memiliki fungsi sosial. Jaringan komunikasi radio kerap menjadi alternatif ketika jaringan telekomunikasi konvensional terganggu, terutama saat terjadi bencana atau kondisi darurat. Karena itu, pembinaan sumber daya manusia dan kesiapan organisasi menjadi perhatian utama dalam Rakerda tahun ini.
Eky mengatakan seluruh jajaran ORARI di Sulawesi Tengah perlu menjaga semangat kebersamaan di tengah perbedaan pandangan yang muncul dalam dinamika organisasi. Menurut dia, perbedaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat organisasi, bukan sebaliknya.
Rakerda kemudian menegaskan komitmen ORARI Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kualitas organisasi melalui penguatan koordinasi, pembinaan anggota, dan penyelarasan program kerja. Semangat “Satu Tujuan, Satu Pengabdian“ diharapkan menjadi pijakan seluruh ORARI Lokal dalam menjalankan tugas organisasi sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.







