Sentuhan Dermawan di Donggala, Mushola SDN 17 Banawa Dapat Bantuan Material dari Mitra MBG

Daerah75 Dilihat

PENATEGAS – Komitmen membangun generasi muda tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dengan menghadirkan sarana penunjang pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Semangat itulah yang ditunjukkan seorang dermawan sekaligus mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hawang, S.Sos., dengan menyalurkan bantuan material bangunan untuk pembangunan mushola di SD Negeri 17 Banawa, Desa Loli Pesua, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Bantuan berupa semen dan keramik lantai tersebut tiba di lingkungan sekolah menggunakan mobil pikap pada Selasa (21/07/2026).

Kedatangan material bangunan itu langsung menarik perhatian warga sekolah yang selama ini menantikan penyelesaian pembangunan mushala sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan karakter peserta didik.

Saat berada di lokasi, tim PENATEGAS.ID memperoleh informasi bahwa material bangunan tersebut bukan berasal dari anggaran sekolah, melainkan merupakan bantuan pribadi dari Hawang, S.Sos., yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Donggala.

Sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mitra MBG, Hawang tidak hanya fokus mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan fasilitas pendidikan dan keagamaan.

Bantuan yang diberikan menjadi bentuk nyata dukungan terhadap terciptanya lingkungan belajar yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan karakter peserta didik.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/07/20/sosok-mayjen-tni-krido-pramono-di-balik-lagu-monumental-teruslah-melangkah/

Material bangunan tersebut diserahkan melalui sopir dan kernet yang ditugaskan mengantarkan bantuan ke SD Negeri 17 Banawa.

Meski penyerahan dilakukan secara sederhana, bantuan itu disambut hangat oleh pihak sekolah yang mengaku sangat terbantu dalam mempercepat proses pembangunan mushola.

Kepala sekolah bersama para guru menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan. Menurut mereka, kehadiran mushala menjadi kebutuhan penting bagi warga sekolah, baik untuk pelaksanaan salat berjamaah, pembelajaran pendidikan agama, maupun berbagai kegiatan pembinaan karakter yang selama ini masih dilakukan dengan fasilitas yang terbatas.

Keramik dan semen yang diterima akan segera digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan lantai dan beberapa bagian bangunan lainnya sehingga mushola dapat difungsikan dalam waktu dekat.

Ditemui secara terpisah, Hawang mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam penyediaan fasilitas ibadah yang layak bagi peserta didik.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh siswa, guru, dan masyarakat sekitar yang nantinya memanfaatkan mushola sebagai tempat ibadah maupun kegiatan keagamaan. Pendidikan karakter harus dibangun sejak dini, salah satunya melalui tersedianya sarana ibadah yang memadai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan nilai-nilai religius dan moral.

Karena itu, menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Selama ini Hawang dikenal aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial di Kabupaten Donggala. Selain mendukung perkembangan UMKM, ia juga beberapa kali memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan sebagai wujud tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Kepedulian tersebut diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik kalangan dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat umum, untuk bersama-sama mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan dan tempat ibadah di berbagai wilayah Kabupaten Donggala.

Dengan adanya dukungan dari Mira MBG ini, maka pembangunan Musholla SD Negeri 17 Banawa di Desa Loli Pesua diharapkan dapat segera rampung dan dimanfaatkan secara optimal.

Kehadiran fasilitas ibadah yang representatif diyakini akan menjadi ruang pembinaan karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin kondusif dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.

 

News Feed