PENATEGAS — Kemampuan berbahasa asing yang ditunjukkan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu sukses menarik perhatian Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Empat siswa tampil percaya diri menyampaikan pidato dalam empat bahasa berbeda di hadapan orang nomor dua di Sulawesi Tengah itu.
Aksi tersebut berlangsung dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu yang digelar di Aula Sinergitas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (27/08/2026).
Keempat siswa secara bergantian menunjukkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Penampilan tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan akademik, tetapi juga keberanian dan rasa percaya diri yang telah tumbuh selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Wakil Gubernur Reny mengaku terkesan melihat kemampuan para siswa menguasai bahasa asing. Ia memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai telah memberikan pembinaan dan pembelajaran secara optimal.
“Terima kasih bapak ibu guru yang sudah mendidik siswa-siswinya bisa bahasa asing sampai empat bahasa,” ujar Reny. Menurut dia, penguasaan bahasa asing merupakan salah satu modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi dunia yang semakin terbuka.
Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Reny pun mendorong para siswa SRT 20 Palu untuk tidak cepat merasa puas. Ia meminta mereka terus belajar, mengembangkan potensi, serta berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
Ia bahkan membuka harapan bahwa siswa Sekolah Rakyat saat ini dapat menjadi pemimpin Sulawesi Tengah pada masa mendatang. “Tidak menutup kemungkinan ada di antara adik-adik yang mengikuti saya menjadi wakil gubernur di masa depan,” katanya.
Pernyataan tersebut disambut sebagai bentuk motivasi agar para siswa tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu. Sebaliknya, mereka didorong untuk menjadikan kesempatan memperoleh pendidikan sebagai pijakan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Reny juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menilai pendidikan yang berkualitas dan setara merupakan salah satu kunci penting dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, pembinaan, serta lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi mereka.
“Terima kasih Pak Presiden yang sudah membuat Sekolah Rakyat ini sehingga semua anak-anak di Sulteng bisa sederajat dengan anak-anak lain di Indonesia,” tutur Reny.
Ia berharap keberadaan SRT di Sulawesi Tengah tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, percaya diri, berwawasan luas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Open House SRT 20 Palu menjadi ruang bagi para siswa untuk memperlihatkan berbagai kemampuan dan hasil pembelajaran yang telah mereka peroleh. Penampilan empat bahasa asing tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk berkembang dan meraih prestasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., Kepala SRT 20 Palu Anita, perwakilan Satuan Kerja Kementerian Sosial lingkup Sulawesi Tengah, orang tua siswa, serta insan pendidikan.










