Bupati Vera Laruni Tekankan OPD Penghasil Bergerak Tingkatkan PAD

Daerah174 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Kabupaten Donggala memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Retribusi Daerah yang dibuka secara resmi oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Senin (13/07/2026).

Rakor tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyatukan langkah dalam menggali potensi pendapatan daerah, sekaligus menyusun strategi konkret guna meningkatkan penerimaan daerah yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Vera menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu tolok ukur utama kemandirian fiskal suatu daerah. Menurutnya, semakin besar kemampuan daerah menghasilkan PAD, semakin luas pula ruang gerak pemerintah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, serta mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer pemerintah pusat.

“Pendapatan Asli Daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah. Ini merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing. Setiap kepala perangkat daerah harus memandang pengelolaan PAD sebagai bagian dari kinerja organisasi yang harus direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan terus ditingkatkan,” tegas Vera.

Ia menekankan bahwa peningkatan PAD tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan administratif, melainkan membutuhkan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen seluruh OPD untuk mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Karena itu, Rakor tersebut tidak hanya dijadikan forum pemaparan capaian realisasi pendapatan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan dan terobosan yang dapat segera diimplementasikan.

Bupati meminta setiap perangkat daerah mampu mengidentifikasi sumber-sumber PAD potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal, menginventarisasi berbagai kendala yang menghambat pencapaian target, menyusun solusi yang realistis, serta merumuskan kebutuhan kebijakan maupun dukungan anggaran yang diperlukan.

Selain itu, seluruh usulan yang disampaikan diharapkan dilengkapi dengan target penerimaan yang terukur, jadwal pelaksanaan, indikator keberhasilan, hingga estimasi tambahan pendapatan yang dapat dihasilkan sehingga memudahkan proses evaluasi secara berkala.

Dalam kesempatan tersebut, Vera juga menyoroti besarnya potensi sektor pariwisata Kabupaten Donggala yang dinilai mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan PAD.

Menurutnya, kekayaan wisata Donggala mulai dari pantai-pantai eksotis, wisata bahari, wisata budaya, kuliner khas, hingga desa-desa wisata merupakan aset strategis yang harus dikelola secara profesional, modern, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/07/13/informasi-harga-kebutuhan-pokok-dan-bahan-strategis-pasar-inpres-malonda-kabupaten-donggala-senin13-07-2026/

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah paradigma pembangunan pariwisata. Bagi Vera, pariwisata tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai destinasi kunjungan, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan penerimaan daerah.

“Pariwisata harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ketika sektor ini berkembang, maka ekonomi lokal ikut tumbuh dan PAD juga akan meningkat,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pengembangan sektor pariwisata dengan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia berharap setiap kawasan wisata di Donggala mampu menjadi ruang tumbuh bagi produk-produk lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hasil perikanan, hasil pertanian, hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang menjadi identitas daerah.

Menurut Vera, keterlibatan UMKM dalam ekosistem pariwisata akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah sekaligus memperluas basis penerimaan PAD.

Menutup arahannya, Bupati meminta seluruh OPD segera menyusun rencana aksi yang memuat program prioritas, target penerimaan, inovasi yang akan dilaksanakan, jadwal implementasi, kebutuhan anggaran, serta indikator keberhasilan.

Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut akan menjadi dasar evaluasi berkala Pemerintah Kabupaten Donggala guna memastikan setiap strategi peningkatan PAD berjalan efektif, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi pembangunan daerah.

“Saya berharap setelah rapat ini setiap perangkat daerah menyusun rencana aksi yang memuat program prioritas, target penerimaan, inovasi yang akan dilaksanakan, jadwal implementasi, kebutuhan anggaran, serta indikator keberhasilannya. Rencana aksi tersebut akan menjadi dasar evaluasi berkala oleh Pemerintah Kabupaten Donggala sehingga setiap upaya peningkatan PAD dapat dipantau dan diukur hasilnya,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.AP., Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Donggala Drs. Isngadi, M.AP., serta para kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala.