Dari Tangan Para Bidan, Masa Depan Generasi Emas Dimulai: HUT IBI ke-75 Jadi Momentum Perkuat Layanan Kesehatan di Donggala

Daerah15 Dilihat

PENATEGAS – Di balik setiap tangisan pertama seorang bayi, ada sosok bidan yang bekerja tanpa lelah menjaga keselamatan ibu dan buah hatinya.

Pengabdian yang sering kali luput dari sorotan itu mendapat penghormatan dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 dan International Day of the Midwife (IDM) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di RSUD Pendau Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sabtu (04/07/2026).

Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar perayaan usia organisasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Donggala menjadikannya sebagai ajang memperkuat komitmen membangun kualitas sumber daya manusia sejak awal kehidupan melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.AP., menegaskan bahwa bidan merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan manusia tidak dimulai ketika seseorang memasuki bangku sekolah, melainkan sejak seorang anak masih berada dalam kandungan.

“Di tangan para bidanlah harapan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas dimulai. Mereka bukan hanya membantu proses persalinan, tetapi juga menjadi pendamping keluarga, pendidik masyarakat, sekaligus garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujar Rustam.

Ia mengungkapkan bahwa profesi bidan telah hadir jauh sebelum pelayanan kesehatan modern berkembang. Kepercayaan masyarakat terhadap bidan terus terjaga hingga kini karena kedekatan mereka dengan kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Seiring berkembangnya tantangan kesehatan, lanjutnya, peran bidan pun semakin luas. Mereka tidak hanya mendampingi proses persalinan, tetapi juga memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pemeriksaan yang memadai, setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan sejak lahir, serta setiap keluarga memahami pentingnya pola hidup sehat.

http://Baca Juga : https://penategas.id/2026/07/02/status-darurat-berakhir-anwar-hafid-pastikan-bantuan-korban-gempa-terus-berlanjut/

Mengangkat tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan; Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045”, peringatan HUT IBI ke-75 menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan kesehatan di masa depan membutuhkan bidan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang kuat.

“Pemerintah Kabupaten Donggala berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia, terutama dalam percepatan penurunan stunting, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta pemerataan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah terpencil,” tegas Rustam.

Ia menambahkan bahwa investasi terbesar pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia yang sehat sejak dalam kandungan.

Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes., menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program kesehatan tidak dapat dipisahkan dari dedikasi para bidan yang setiap hari hadir di tengah masyarakat. Mereka berperan aktif mendampingi ibu hamil, memastikan persalinan berlangsung aman, memantau tumbuh kembang bayi, hingga menjadi ujung tombak dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Dedikasi para bidan menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, kami berharap semangat pengabdian ini terus terjaga untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sulawesi Tengah, Euis Bianca, SKM., M.Kes., mengatakan bahwa bidan tidak hanya berperan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendidik bagi keluarga dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Donggala, Aprina Lingkeh, SKM., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan HUT IBI ke-75.

Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme para bidan agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Suasana penuh keakraban dan rasa syukur menutup rangkaian kegiatan melalui pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan foto bersama serta peninjauan kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Bidan Indonesia di lingkungan RSUD Pendau Tambu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur RSUD Pendau Tambu, perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Donggala, Ketua TP-PKK Kabupaten Donggala, jajaran perangkat daerah, serta pengurus IBI dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Peringatan HUT IBI ke-75 bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa dimulai dari kesehatan ibu dan anak.

Di balik setiap kelahiran yang selamat, setiap balita yang tumbuh sehat, dan setiap keluarga yang semakin sadar pentingnya kesehatan, terdapat dedikasi para bidan yang terus mengabdi tanpa mengenal batas. Dari tangan merekalah masa depan Donggala, Sulawesi Tengah, dan Indonesia sedang dipersiapkan.