Rembuk Tani di Sigi, Menko Pangan dan Anwar Hafid Salurkan Bantuan Pupuk untuk Petani

Nasional47 Dilihat

PENATEGAS – Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui kegiatan Rembuk Tani yang digelar di Kabupaten Sigi, Sabtu (04/07/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berdialog langsung dengan para petani sekaligus menyerahkan bantuan pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme itu dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Patrio, Anggota DPR RI Sarifuddin Sudding, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta ratusan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sigi.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan bersama Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani berupa 1,5-ton pupuk NPK dan 1,5-ton pupuk urea. Bantuan itu diharapkan mampu membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi sekaligus meningkatkan hasil panen pada musim tanam mendatang.

Dalam sambutannya, Menko Pangan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor pangan nasional. Karena itu, pemerintah pusat terus memastikan berbagai program strategis berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Menurut Zulkifli Hasan, dirinya secara rutin turun langsung ke berbagai daerah untuk memantau pelaksanaan program-program pangan, mulai dari operasional koperasi desa, distribusi pupuk bersubsidi, stabilitas harga gabah, kondisi jaringan irigasi, hingga implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemerintah ingin memastikan seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi petani,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, DPR, dan para petani dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, DPR, dan seluruh petani yang telah bekerja sama dengan baik sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan optimal,” kata Zulkifli Hasan.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/07/04/gubernur-anwar-hafid-dan-menko-pangan-zulkifli-hasan-bawa-semangat-baru-untuk-petani-sulteng/

Dalam dialog bersama petani, Menko Pangan mengungkapkan bahwa sejumlah kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak positif bagi sektor pertanian. Salah satunya adalah penurunan harga pupuk bersubsidi hingga sekitar 20 persen serta terjaminnya ketersediaan pupuk sebelum musim tanam.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Ini bukan berdasarkan laporan semata, tetapi pengakuan langsung dari para petani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika global yang masih diwarnai konflik dan gangguan rantai pasok di sejumlah negara, Indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

Selain pupuk, pemerintah juga berupaya menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani. Zulkifli Hasan menegaskan harga gabah tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan yang layak. “Harga gabah yang baik akan memberikan nilai tambah bagi petani. Bahkan di beberapa daerah sudah mencapai Rp7.500 per kilogram,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai tukar petani yang kini naik dari sekitar 116 menjadi 127. Peningkatan itu menunjukkan kesejahteraan petani, khususnya petani padi dan jagung, terus mengalami perbaikan.

Lebih jauh, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah akan fokus mengembangkan sektor protein melalui perikanan tangkap dan budidaya. Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan kawasan budidaya ikan berbasis bioflok secara bertahap di sekitar 40.000 desa di Indonesia.

“Kita ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kita fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap program swasembada pangan nasional. Ia menyatakan bahwa penguatan sektor pertanian akan terus menjadi prioritas melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, Anwar Hafid optimistis sektor pertanian Sulawesi Tengah akan semakin maju, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani terus membaik. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata Sulawesi Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

 

 

News Feed