Gubernur Anwar Hafid Resmi Jadi Anggota Kehormatan IKA PMII, Tegaskan Komitmen Wujudkan Sulteng Nambaso

Daerah67 Dilihat

PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, resmi menyandang status Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

Pengangkatan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah, Rapat Kerja, dan Dialog Publik bertema “Optimalisasi dan Penguatan SDM Alumni Pergerakan Mewujudkan Sulteng Nambaso” yang digelar di Grand Sya Hotel Palu, Minggu (28/06/2026).

Prosesi pengangkatan berlangsung khidmat dengan penyematan seragam IKA PMII oleh Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII yang juga Anggota VI BPK RI, Drs. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA, ChFA, CSFA, QIA, CFrA.

Momen tersebut disaksikan para pengurus IKA PMII, pejabat daerah, akademisi, serta ratusan alumni PMII dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Pengangkatan Anwar Hafid didasarkan pada Surat Keputusan Pengurus Besar IKA PMII yang menilai dirinya memiliki integritas, dedikasi, dan komitmen yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan organisasi.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengaku bersyukur sekaligus merasa terhormat atas amanah yang diterimanya. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan pertama yang diterimanya sebagai Anggota Kehormatan IKA PMII.

“Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima sebagai anggota kehormatan IKA PMII. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan saya siap mendukung misi organisasi dimanapun saya berada,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan filosofi “Sulteng Nambaso” yang menjadi arah pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, makna “Nambaso” tidak hanya menggambarkan luasnya wilayah, tetapi juga mencerminkan tekad menjadikan Sulawesi Tengah besar dalam kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi, prestasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata luas wilayah, melainkan kualitas hidup masyarakat yang semakin cerdas, sehat, produktif, dan memiliki daya saing.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/28/prosesi-adat-kaili-sambut-kedatangan-bpk-ri-di-palu/

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan sembilan program prioritas yang dikenal sebagai Program BERANI.

Dari seluruh program itu, Anwar Hafid menegaskan dua sektor yang kini menjadi fokus utama pemerintah, yakni BERANI Cerdas dan BERANI Sehat.

Di bidang pendidikan, pemerintah terus memperluas akses layanan melalui sistem pendaftaran sekolah berbasis daring hingga ke seluruh kabupaten dan kota. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan di sejumlah wilayah terpencil yang belum memiliki akses internet memadai.

Sementara melalui Program BERANI Sehat, pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan meskipun mengalami kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kondisi keuangan daerah boleh saja terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Orang yang sakit harus tetap dilayani dan anak-anak harus tetap bisa sekolah. Itu komitmen pemerintah,” tegasnya.

Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, terutama akses listrik di desa-desa. Ia mengungkapkan jumlah desa yang belum menikmati listrik PLN terus berkurang dan pemerintah menargetkan seluruh desa di Sulawesi Tengah telah teraliri listrik sebelum tahun 2029.

Selain pembangunan fisik, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, termasuk pelatihan bahasa Mandarin bagi calon tenaga kerja.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, mengajak seluruh alumni PMII mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa dan daerah.

Menurutnya, organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus menjadi mitra kritis pemerintah dengan menghadirkan gagasan, pengawasan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi alumni sekaligus memperbesar kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah menuju terwujudnya Sulteng Nambaso yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.