Wabup Donggala Terima Penyerahan Fasilitator Berani Mombangu, Perkuat Akselerasi Pengentasan Kemiskinan di 50 Desa

Daerah45 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Kabupaten Donggala terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Serah Terima Penyerahan Fasilitator Desa Program Berani Mombangu yang akan bertugas di 50 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Donggala tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kamis (04/06/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si, bersama Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, M.Si, beserta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.

Penyerahan fasilitator desa ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada percepatan penanggulangan kemiskinan hingga ke tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan yang terus diberikan melalui Program Berani Mombangu.

Menurutnya Wakil Bupati, program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Donggala menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya kepada Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada daerah kami.

Program Berani Mombangu menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di desa,” ujar Taufik.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Donggala saat ini tengah melakukan berbagai pembenahan guna menjawab tantangan pembangunan, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kepada para fasilitator yang akan bertugas, Wakil Bupati berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan desa masing-masing.

Wabub Taufik meminta mereka memahami karakteristik wilayah, budaya masyarakat, serta potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Selain itu, para fasilitator diharapkan mampu membantu pemerintah desa dalam melakukan pemetaan data masyarakat secara akurat sehingga program bantuan dan pemberdayaan dapat tepat sasaran.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/03/bupati-vera-tanamkan-semangat-cinta-donggala-kepada-anak-tk-al-khairaat/

Mereka juga diminta membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang ada di desa.

“Saya instruksikan kepada para camat, lurah, dan kepala desa agar menerima para fasilitator ini dengan tangan terbuka.

Berikan dukungan, ruang gerak, serta fasilitas yang memadai sehingga mereka dapat bekerja secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, M.Si, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan yang cukup positif dalam lima tahun terakhir.

Namun demikian, Kabupaten Donggala masih menjadi salah satu daerah yang tingkat kemiskinannya berada di atas rata-rata provinsi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Maret 2025, tingkat kemiskinan Kabupaten Donggala tercatat sebesar 14,66 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 45,92 ribu jiwa.

Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan kondisi Maret 2024, namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah pada September 2025 yang berada di angka 10,52 persen dengan jumlah penduduk miskin mencapai 345,38 ribu jiwa.

“Karena itu, Kabupaten Donggala menjadi salah satu dari enam kabupaten di Sulawesi Tengah yang masih membutuhkan perhatian khusus dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan,” jelas Arfan.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat berbagai program prioritas melalui gerakan “Berani”, di antaranya Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Sejahtera, Berani Makmur, Berani Lancar, dan Berani Menyala.

Seluruh program tersebut dirancang secara terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap layanan dasar.

Melalui penempatan tenaga fasilitator desa, Pemerintah Provinsi berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa dalam mengintegrasikan program pembangunan serta fokus belanja penanggulangan kemiskinan.

Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang berdaya, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Program Berani Mombangu, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Donggala dapat ditekan secara signifikan demi terwujudnya Donggala yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.