Wagub Reny Suntik Semangat Dokter Muda: Jangan Puas Jadi Dokter Umum

Daerah167 Dilihat

PENATEGAS – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp. PK., M.Kes memberikan suntikan motivasi kuat kepada para dokter muda agar tidak cepat merasa puas hanya dengan menyandang status dokter umum.

Menurutnya, dunia kesehatan terus berkembang sangat cepat sehingga tenaga medis dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.

Pesan itu disampaikan Wagub Reny saat menghadiri Seminar Cardiorenal Risk Update yang digelar di Hotel Aston Palu, Sabtu (16/05/2026).

Di hadapan para dokter umum, dokter spesialis, mahasiswa kedokteran, hingga organisasi profesi kesehatan, ia menegaskan pentingnya pendidikan lanjutan bagi tenaga medis demi menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern.

“Saya harap tingkatkan kompetensi, jangan cuma jadi dokter umum. Ambil spesialis atau S2,” tegasnya, disambut antusias peserta seminar.

Menurut Wagub Reny, profesi dokter merupakan bidang yang menuntut pembelajaran tanpa henti.

http://BACA JUGA: https://penategas.id/2026/05/16/danrem-132-tadulako-hadiri-launching-kdkmp-bersama-presiden-prabowo-warga-sigi-antusias-sambut-program-penguatan-ekonomi-desa/

Perkembangan teknologi medis, metode diagnosis, hingga penanganan penyakit terus berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, dokter yang tidak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dikhawatirkan akan tertinggal dan mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Ia menilai seminar ilmiah seperti Cardiorenal Risk Update memiliki peran penting dalam memperluas wawasan tenaga medis terhadap temuan-temuan terbaru di dunia kesehatan, khususnya terkait risiko penyakit jantung dan ginjal yang kini menjadi perhatian serius dalam dunia medis modern.

“Kalau kita tidak mau ikut tren maka makin susah mendiagnosis pasien,” tandasnya.

Tak hanya menambah ilmu, Wagub Reny juga menilai kegiatan ilmiah semacam itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat jaringan dan silaturahmi antar sejawat dokter.

Menurutnya, hubungan profesional yang baik antar tenaga kesehatan sangat penting dalam membangun kolaborasi pelayanan medis yang lebih optimal di Sulawesi Tengah.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk menambah ilmu sambil kita silaturahmi dengan teman sejawat dokter,” ujarnya.

Sebagai Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah, Reny turut mendorong budaya akademik di kalangan dokter muda.

Ia meminta para tenaga medis lebih aktif membaca jurnal ilmiah, memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan internet untuk mencari referensi medis terbaru, serta terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan lanjutan.

Seminar tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Prodia Palu Musran Hasan Borahima, para dokter ahli, dokter umum, perwakilan rumah sakit, organisasi profesi, dan mahasiswa kedokteran dari berbagai institusi.

Kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan Sulawesi Tengah.

Dengan peningkatan kompetensi tenaga medis, pemerintah berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin profesional, modern, dan mampu menjawab tantangan penyakit yang terus berkembang di masa depan.

 

 

News Feed