Pemkab Donggala Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Daerah33 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Kabupaten Donggala terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral antara Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Kemenkes Palu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengampu Stunting Kabupaten Donggala yang berlangsung di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Kabupaten Donggala, Drs. Isngadi, M.AP, yang hadir mewakili Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Isngadi menegaskan bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan stunting, mulai dari aspek tata kelola, koordinasi antarinstansi, pengelolaan anggaran, validitas data, hingga efektivitas intervensi spesifik dan sensitif di lapangan.

“Tahun 2026 harus menjadi momentum konsolidasi dan akselerasi percepatan penurunan stunting. Saya berharap seluruh pihak terkait benar-benar fokus pada intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi, terutama bagi calon pengantin, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun,” ujarnya.

Menurutnya, intervensi yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan capaian angka statistik, tetapi harus mampu menciptakan perubahan perilaku masyarakat, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah Kabupaten Donggala juga menyatakan dukungan penuh terhadap Program Berani Pelita Hati yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting sekaligus peningkatan kualitas tumbuh kembang balita menuju Generasi Emas Sulawesi Tengah. Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea.

Di akhir sambutannya, Isngadi menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Palu atas pendampingan yang selama ini dilakukan di Kabupaten Donggala. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya generasi Donggala yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/24/pkk-desa-sibalaya-utara-galang-donasi-untuk-korban-gempa-wujud-nyata-solidaritas-dan-kepedulian-sesama/

Sementara itu, mewakili Tim INEY Pusat Kementerian Kesehatan, Mahmud Fauzi, SKM., M.Kes., yang juga merupakan perwakilan Dinas Kesehatan Sekretariat INEY Kemenkes, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam percepatan penurunan stunting. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, kita dapat memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas generasi masa depan,” tegas Mahmud.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Palu, Kadar Ramadhan, M.KM, dalam laporannya menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

“Sinergi yang telah terbangun selama ini harus terus diperkuat agar target penurunan stunting dapat tercapai dan generasi masa depan Kabupaten Donggala tumbuh lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Donggala, Kepala Bapperida Kabupaten Donggala, para pimpinan OPD, Ketua TP-PKK Kecamatan, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Donggala.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyatukan komitmen dan memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan Donggala bebas stunting dan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.

 

News Feed