Momentum Kebersamaan pada Buka Puasa Nambaso

Daerah735 views

PENATEGAS – Kegiatan Buka Puasa “Nambaso” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Jumat hari ini (6/3/2026), merupakan momentum kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan di bulan suci Ramadan.

Demikian disampaikan Ketua Harian Dunia Melayu Dunia Islam ( DMDI) Sulteng, Dr. H. Suaib Djafar, M.Si kepada media ini.

Kata Suaib, dalam kegiatan ini, unsur Pemerintah Daerah, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, pelaku UMKM, serta masyarakat umum menyatu dalam satu kebersamaan yang dilandasi nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.

“Nambaso, Besar, Megah dalam makna kearifan lokal masyarakat Kaili mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, dan saling berbagi tanpa sekat.

Nilai ini sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Sulawesi Tengah Nosipeili Nosangu Norambanga, Nosarara Nosabatutu yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Saling peduli saling berbagi Dalam satu kekeluargaan berpadu satu tanpa ada sekat suku penuh cinta kasih,” urainya.

Oleh karena itu, kata Maestro Budaya Sulawesi Tengah ini, kegiatan buka puasa ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana spiritual Ramadan.

Acara akan diawali dengan kebersamaan menjelang waktu berbuka, di mana seluruh peserta duduk bersama tanpa perbedaan status sosial.

Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh hadirin berbuka puasa bersama dengan penuh rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah bersama masyarakat.

“Suasana religius ini menjadi simbol persatuan hati dan niat untuk membangun daerah dengan semangat kebersamaan,” jelasnya.

Suaib mengatakan bahwa keunikan kegiatan Buka Puasa “Nambaso” juga akan terlihat dari sajian hidangan berbuka yang disiapkan oleh pelaku UMKM lokal.

“Berbagai makanan dan minuman khas daerah disajikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil. Melalui partisipasi UMKM, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga memberikan ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Dengan demikian, terang Suaib, Buka Puasa “Nambaso” menjadi simbol nyata dari semangat persaudaraan, gotong royong, dan kesejahteraan bersama.

“Kegiatan ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun harmoni antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai budaya serta spiritualitas masyarakatnya.

Baca Juga: https://penategas.id/177-pejabat-pemkab-donggala-dilantik-bupati-vera-tegaskan-reformasi-birokrasi-berbasis-kinerja/