Tiga Seksi Paparkan Kinerja Tahun 2023

Daerah76 views

PENATEGAS – Tiga Seksi yang tergabung dalam Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala menyampaikan realisasi program kerja di tahun 2023. Ketiga Seksi tersebut adalah Seksi Pemberantasan, Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) dan Seksi Rehabilitasi melakukan ekspos kinerja selama setahun di BNN Kabupaten Donggala.

Kepala BNN Kabupaten Donggala, Khrisna Anggara, S.H., M.Si saat membuka kegiatan Press Release akhir tahun 2023, mengawali sambutannya dengan penyampaian Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) BNN Kabupaten Donggala.

“Berdasarkan data dari masing – masing Seksi BNN Kabupaten Donggala yang dilaksanakan selama satu tahun, BNN Kabupaten Donggala telah melaksanakan kinerja sesuai yang direncanakan dari Tiga Seksi di BNN Donggala, ungkap Khrisna Anggara,” saat menyampaikan press release capaian kinerja selama kurun waktu 2023 di ruang rapat Kantor BNN Kabupaten Donggala, Selasa (19/12/23).

Mantan Kepala BNN Kabupaten Batang Provinsi Jawa tengah menyebutkan, Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Donggala tahun 2023, telah mengungkap 4 kasus dengan menggiring 4 orang tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika dan Psikotropika.

“Ke 4 orang tersangka ini masuk dalam tindak pidana narkotika peredaran gelap narkotika Golongan 1, sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) atau pasal 112 ayat (1), ayat (2) dan ayat (127) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika,” terang Khrisna Anggara.

Dalam kasus tersebut tambah Kepala BNN Kabupaten Donggala, Seksi Pemberantasan telah menyita uang senilai Rp. 2.250 000, 4-unit handphone dan shabu seberat 95 gram. Sementara dalam penanganan kasus, BNN Kabupaten Donggala telah melimpahkan 3 berkas perkara dan dinyatakan P21 (berkas lengkap) dan 1 berkas lagi dalam proses tahap 1.

Di depan wartawan media cetak dan elektronik, Khrisna Anggara juga menyampaikan capaian kinerja Seksi P2M di tahun 2023 yaitu, melakukan advokasi berupa Rapat Koordinasi (Rakor) sebanyak 3 kali digelar kepada kades dan perangkatnya serta Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait.

Asistensi juga digelar sebanyak 4 kali kepada kades dan perangkatnya beserta OPD terkait, sementara kegiatan intervensi yang diberikan kepada anak dan orang tua sebanyak 10 peserta dilaksanakan sebanyak 4 kali.

Guna memaksimalkan kegiatan tersebut, Seksi P2M menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebanyak 2 kali kepada perangkat desa/kelurahan, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan tokoh perempuan. Dan yang terakhir dalam kegiatan advokasi adalah informasi dan edukasi kepada masyarakat sebanyak 5 kali.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan media cetak dan elektronik dan pemanfaatan media ruang melalui program diseminasi informasi,” terang Kaban BNNK Donggala.

Seksi P2M juga menjalankan program kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba (Kontan). Dalam kegiatan kontan juga digelar advokasi kepada instansi pemerintah, lingkungan swasta, lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Sementara untuk kegiatan sosialisasi P4GN, Seksi P2M melibatkan 12 instansi pemerintah dan melakukan Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP), serta melantik 29 orang penggiat P4GN.

Di laporan yang sama menurut Khrisna Anggara telah dilakukan metode pengajian tes urine kepada instansi pemerintah sebanyak 1 kali dengan melibatkan 20 orang dengan hasil 1 orang diantaranya positif amphetamine (Amp), di lingkungan swasta 2 kali dengan melibatkan 31 orang hasilnya, 4 orang orang positif Amp/metan dan 2 orang positif Benzo.

Seksi Rehabilitasi juga mendapat bagian untuk menyampaikan laporan kinerja tahun 2023. Diseksi ini disampaikan telah melakukan penguatan lembaga rehabilitasi menuju Standar Nasional Indonesia (SNI) Seksi Rehabilitasi menyiapkan 4 orang petugas rehabilitasi dan telah melaksanakan Intervensi Berbasis Masyarakat (IMB) di Litona Desa Loli Oge dan IMB Masetana di Kelurahan Kabonga Besar masing- masing 5 orang agen pemulihan.

Terkait pelayanan rehabilitasi, terdapat 90 orang penyalahguna yang telah direhabilitasi diantaranya, 50 orang penyalahguna direhabilitasi dengan rawat jalan dan 40 orang penyalahguna dilayani dalam program IMB. Guna mengetahui indeks kepuasan masyarakat, Seksi Rehabilitasi melakukan perhitungan dengan nilai 3,30.

Berdasarkan data layanan rehabilitasi yang dilakukan BNNK Donggala, setelah dilakukan perhitungan survey kepuasan masyarakat berada di angka 3,43 pada pelayanan rawat jalan.

Sebagai kepala BNNK Donggala, Khrisna Anggara berharap kepada masyarakat Donggala kiranya dapat membantu BNNK Donggala memberantas narkotika dan meminta agar apabila ada keluarga sebagai korban penyalahguna narkoba sekirannya melaporkan diri untuk dilakukan penyembuhan melalui Klinik Pratama BNNK Donggala.

“Kami tidak memproses hukum jika ada masyarakat Donggala dengan suka rela datang ke BNNK Donggala untuk berobat,” tegas Kepala BNNK Donggala,”. (***)

 

News Feed