Maulid Nabi Muhammad SAW dan Refleksi 7 Tahun Gempa: Bersatu dalam Cahaya, Bangkit dalam Kebersamaan

Daerah1,168 views

PENATEGAS Malam penuh keberkahan menyelimuti Kampung Haji, Desa Sibalaya Utara, ketika masyarakat setempat dengan penuh rasa syukur memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus mengenang tujuh tahun peristiwa gempa bumi dan likuifaksi yang melanda wilayah mereka.

Acara yang sarat makna ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Utama Majelis Dzikir Nurul Khairaat Palu, Habib Sholeh Bin Abu Bakar Alaydrus atau yang akrab disapa Habib Sholeh Rotan, bersama para pengurus Majelis Dzikir Nurul Khairaat lainnya pada Sabtu malam (04/10/25)

Sejak petang, warga dari berbagai penjuru desa mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Suasana religius terpancar dari lantunan shalawat dan dzikir yang menggema di udara.

Wajah-wajah jamaah memancarkan ketenangan, tanda syukur atas kesempatan untuk kembali berkumpul dalam suasana damai setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana tujuh tahun silam.

Dalam tausiyahnya, Habib Sholeh Rotan mengingatkan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Habib Sholeh menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun masyarakat.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita diajak untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menghidupkan nilai-nilai kasih sayang sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam refleksi tujuh tahun bencana, hendaknya kita jadikan ujian itu sebagai pelajaran berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menumbuhkan kepedulian sosial,” pesan Habib Sholeh penuh kelembutan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan dan kehilangan akibat gempa serta likuifaksi yang mengguncang Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 silam.

Namun, di balik kesedihan itu, tumbuh tekad baru untuk terus bangkit dan membangun kembali kehidupan yang lebih kuat dan harmonis.

Kepala Desa Sibalaya Utara, Afdhal, S.Pd menuturkan, acara tersebut menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat.

“Kami ingin menjadikan Maulid dan refleksi bencana ini sebagai pengingat bahwa dari cobaan, selalu ada hikmah. Dari kehancuran, selalu ada kesempatan untuk bangkit bersama,” ujarnya.

Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Cahaya Maulid, Bangkit dalam Kebersamaan,” kegiatan malam itu menjadi wujud nyata dari semangat masyarakat Sibalaya Utara untuk terus menapaki jalan kebaikan, membangun desa dengan iman, dan memperkuat solidaritas.

Semoga keberkahan Maulid Nabi membawa kedamaian, keamanan, serta kerja sama yang kokoh di setiap bidang kehidupan masyarakat.

Dari Sibalaya Utara, gema shalawat dan semangat kebangkitan terus bergema, menandai bahwa cahaya Maulid tak hanya menerangi malam, tetapi juga hati setiap insan yang ingin terus bangkit dan bersyukur.

Baca Juga: https://penategas.id/persipal-fc-siap-hadang-ketangguhan-elang-jawa-di-stadion-gawalise/

News Feed