Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tegaskan Reformasi Birokrasi: “Tidak Ada Jabatan Basah, Semua Amanah!”

Daerah852 views

PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Kamis (15/01/2026), melantik dan mengambil sumpah 389 pejabat administrator (Eselon III), pengawas (Eselon IV), serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pelantikan berlangsung di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, dan menandai babak baru penguatan birokrasi daerah.

Dari total pejabat yang dilantik, terdiri atas 178 pejabat Eselon III, 204 pejabat Eselon IV, dan 7 pejabat fungsional. Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari penataan birokrasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan di awal masa kepemimpinannya.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menegaskan: “Tidak ada jabatan basah, tidak ada jabatan kering, apalagi jabatan air mata. Semua jabatan adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Setiap jabatan punya ruang kerja dan ruang inovasi yang luas.”

Gubernur menekankan tiga fokus utama yang harus segera dijalankan pejabat baru:

  1. Pembenahan Data: Perencanaan pembangunan daerah selama ini sering salah arah karena data yang digunakan tidak valid. “Kita masih memakai data tahun 2010 untuk merencanakan 2025. Ini tidak boleh terjadi lagi. Prioritas pertama adalah memperbarui dan melengkapi data,” tegasnya.
  2. Percepatan Digitalisasi Pemerintahan: Semua sistem pemerintahan dan pelayanan publik harus berbasis digital dalam tiga bulan ke depan. “Tidak boleh lagi manual. Masyarakat harus bisa mengurus semua keperluan secara digital. Kalau target tidak tercapai, saya akan tegas menindak,” ujarnya.
  3. Penerapan Merit System Berbasis Prestasi: Gubernur menekankan kinerja dan inovasi di atas semua kepentingan politik atau manuver birokrasi. “Saya butuh orang yang bekerja, bukan yang pandai bermanuver. Inovasi dan prestasi adalah kunci,” jelasnya.

Anwar Hafid bahkan memberikan jaminan konkret bagi pejabat yang mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata. Dukungan anggaran dan promosi jabatan akan diberikan dalam tiga bulan jika inovasinya terbukti efektif.

Di akhir sambutannya, Gubernur menegaskan loyalitas adalah kunci seorang pejabat. “Jabatan itu ada rumusnya. Kalau bukan kita yang meninggalkannya, jabatan itu yang akan meninggalkan kita. Jalani dengan tulus, jujur, dan ikhlas,” pesannya.

Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berorientasi pada data, digitalisasi, prestasi, dan pelayanan publik yang cepat serta transparan. Gubernur Anwar menegaskan, pejabat Pemprov Sulteng adalah “pasukan berani” yang siap bekerja tanpa mengenal waktu libur demi kepentingan rakyat.

Baca Juga: https://penategas.id/indonesiaku-menguning-tafsir-kegelisahan-bangsa-dalam-goresan-udhin-fm/

News Feed