Gelar Bukan Sekadar Ijazah, Anwar Hafid Tegaskan Sarjana Harus Mengabdi untuk Bangsa

Pendidikan25 views

PENATEGAS – Di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Trisakti, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si menyampaikan pesan tegas dan membakar semangat tentang makna sejati gelar sarjana sebagai amanah intelektual yang wajib dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Momen penuh khidmat itu berlangsung di Jakarta Convention Center, Selasa (05/05/2026), ketika Anwar Hafid berdiri di podium wisuda dan menyuarakan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan nasional.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol pencapaian pribadi, melainkan kontrak sosial yang menuntut kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

“Untuk para wisudawan dan wisudawati, gelar yang kalian dapat bukan sekadar tinta di atas ijazah. Gelar itu adalah kontrak sosial antara kalian dengan kemanusiaan,” tegasnya lantang, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Pernyataan tersebut menegaskan karakter kepemimpinan Anwar Hafid yang selama ini dikenal konsisten menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan, baik di daerah maupun tingkat nasional.

Baginya, pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi harus melahirkan individu yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.

Mantan Bupati Morowali dua periode itu juga mengingatkan para-alumni Universitas Trisakti agar tidak terjebak dalam kebanggaan simbolik sebagai lulusan kampus ternama. Ia menekankan bahwa kebanggaan sejati lahir dari manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.

“Jangan pernah bangga kalian lulus dari universitas ternama ini. Berbanggalah jika kalian menjadi alasan seseorang kembali bahagia, kembali sembuh, atau sebuah kebijakan menjadi lebih adil karena buah pikiran kalian,” ujarnya penuh penekanan.

http://BACA JUGA: https://penategas.id/ikan-untuk-sehat-ekonomi-nelayan-kuat-sinergi-donggala-tekan-stunting-dan-kemiskinan-ekstrem/

Lebih jauh, Anwar Hafid mengingatkan bahwa dunia tidak akan menilai seseorang dari cepat atau lambatnya menyelesaikan pendidikan. Sebaliknya, dunia akan mengukur dari dampak nyata yang dihasilkan bagi kehidupan sosial, terutama bagi mereka yang berada di pinggiran.

“Dunia tidak akan bertanya berapa lama kalian kuliah, tetapi akan menagih apa yang bisa kalian berikan untuk mereka yang terpinggirkan,” katanya tegas.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh wisudawan untuk meneladani sejarah besar Universitas Trisakti sebagai simbol perjuangan reformasi Indonesia. Semangat perubahan, menurutnya, harus terus hidup dan menjadi napas dalam setiap langkah para alumninya.

“Berdiri di bawah panji Trisakti ini, saya tidak hanya melihat barisan toga yang rapi. Saya melihat masa depan Indonesia yang sedang mekar,” ungkapnya dengan nada optimistis.

Pesan-pesan kuat yang disampaikan Anwar Hafid semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama perubahan sosial. Ia percaya, dari tangan-tangan para sarjana muda inilah arah masa depan bangsa akan ditentukan.

“Di sinilah, di tanah para pahlawan reformasi, anak-anak kita ditempa seperti baja yang tak termakan zaman,” pungkasnya, menutup pidato dengan penuh semangat dan harapan.

 

News Feed