PENATEGAS – Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Parigi Moutong di Moutong melibatkan aparat Kecamatan, pemerintah desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Moutong Tengah dalam kegiatan launching Rumah Restorative Justice (RJ) yang disiarkan secara virtual dari Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Rabu (30/3).
Launching serentak Rumah RJ di buka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH., MH., bersama Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura digelar secara serentak dan diikuti 10 Kejaksaan Negeri (Kejari) dan 14 Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) se- Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai implementasi Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 di maksud dengan adanya Rumah RJ sebagai tempat pelaksanaan musyawarah mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah dan perkara pidana yang terjadi dalam masyarakat, yang dimediasikan oleh Jaksa yang disaksikan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat setempat.
Tujuan Rumah RJ dibentuk guna menyelesaikan penanganan perkara secara cepat, sederhana dan biaya ringan guna terwujudnya kepastian hukum yang lebih mengedepankan keadilan yang tidak hanya bagi tersangka, korban dan keluarganya, tetapi juga keadilan yang menyentuh masyarakat dengan menghindarkan stigma negatif.
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdi Mastura dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung penegakan hukum pidana melalui restorative justice di wilayah Sulawesi Tengah. Gubernur berharap dengan adanya Rumah Restorative Justice dapat menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara itu Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH., MH dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Rumah RJ dapat menghilangkan adagium bahwa hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah seperti selama ini terjadi.
Kajati Sulteng berharap Rumah RJ akan dapat memberikan harapan baru dalam proses penyelesaian hukum sesuai dengan hukum dan adat istiadat yang berkembang di tengah masyarakat.
Sangat disayangkan arahan Kejati Sulteng yang disiarkan secara virtual terganggu oleh jaringan Internet, sehingga Kacabjari Parigi Moutong di Moutong, Moh. Rum, S.H menyampaikan bahwa restorative justice Kacabjari Parigi Moutong di Moutong sudah berproses dan telah mendapat arahan dari pimpinan.
“Jaksa sebagai fasilitator, kemudian keinginan damai timbul dari korban dan tersangka atau kedua bela pihak. Jaksa kemudian menindaklanjuti dan Kacabjari Parigi Moutong di Moutong memproses,” terang Moh Rum di depan para Kades dan ketua BPD.
Diakhir penjelasannya, Kacabjari Moutong menghimbau kepada masyarakat Tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan perundang-undangan berlaku.**