PENATEGAS – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 50 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala, Selasa (20/10/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, ini menjadi momentum penegasan bahwa jabatan birokrasi bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Dari total 50 pejabat yang dilantik, sebanyak 13 orang menduduki jabatan administrator atau eselon III, sedangkan 37 lainnya merupakan pejabat pengawas atau eselon IV.
Dalam sambutannya, Bupati Vera menekankan bahwa setiap jabatan membawa tanggung jawab besar. Kepercayaan yang diberikan pemerintah harus dijawab dengan integritas, dedikasi, profesionalisme, serta komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Menurutnya, pelantikan bukan hanya agenda seremonial untuk mengisi posisi dalam struktur organisasi pemerintahan. Lebih dari itu, pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab baru yang menuntut hasil nyata.
“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. Kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” ucap Vera dalam arahannya.
Bupati juga menegaskan bahwa penataan birokrasi di lingkungan Pemkab Donggala dilakukan secara objektif melalui sistem Integrated Mutasi (I-MUT). Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola kepegawaian yang lebih terukur dan berorientasi pada kinerja.
Ia mengingatkan bahwa jabatan tidak bersifat permanen. Kedekatan dengan pimpinan, menurutnya, bukan jaminan seseorang akan terus menduduki posisi tertentu. Setiap aparatur sipil negara (ASN) harus menunjukkan kemampuan, disiplin, dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa birokrasi tidak boleh berhenti pada urusan administrasi dan struktur jabatan. Masyarakat membutuhkan aparatur yang mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Vera kemudian menyoroti sejumlah persoalan strategis yang masih membutuhkan perhatian bersama, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan nelayan, hingga penguatan ketahanan pangan.
Persoalan tersebut, kata dia, tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Polres, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya, agar penanganan masalah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Di sisi pembangunan, Bupati menyebut berbagai upaya pemerintah daerah mulai menunjukkan perkembangan melalui kerja keras dan kebersamaan. Salah satu fokus yang terus didorong ialah pengembangan potensi maritim melalui pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih.
Pemerintah Kabupaten Donggala juga menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pertama di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pendidikan.
Selain itu, Vera menyampaikan rencana kembalinya armada PELNI KM Dorolonda untuk bersandar di Pelabuhan Donggala pada akhir Oktober 2026. Kehadiran kapal tersebut diharapkan membuka kembali peluang perdagangan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjaga sumpah dan janji jabatan, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta menjalankan tugas secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab.
Ia berharap para pejabat mampu membangun kerja sama, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan setiap kebijakan pemerintah berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si.; Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Donggala Syaifullah Lagaga; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); para asisten Sekretariat Daerah; staf ahli Bupati; serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala.







