Anwar Hafid: Tanwir Muhammadiyah adalah Harga Diri Sulawesi Tengah

Daerah3053 Dilihat

PENATEGAS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen mendukung penuh pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026. Agenda berskala nasional ini tidak sekadar menjadi hajatan besar organisasi Islam, tetapi juga menjadi ujian kesiapan Sulawesi Tengah dalam menyambut tamu dari berbagai daerah, termasuk rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai tuan rumah, Sulawesi Tengah harus mampu menunjukkan kesiapan, kekompakan, dan keseriusan dalam menyukseskan agenda penting Muhammadiyah itu.

Penegasan tersebut disampaikan Anwar saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Gedung Banua Kaili H. Rusdi Toana, Universitas Muhammadiyah Palu, Selasa (20/10/2026).

Gubernur hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait untuk memastikan dukungan pemerintah berjalan konkret, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi teknis dengan panitia pelaksana dan jajaran Muhammadiyah.

“Ini acara kita juga. Kita ingin Tanwir ini sukses karena merupakan harga diri Sulawesi Tengah. Pak Ketua tidak usah takut, saya ada di sini. Pemerintah provinsi akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk menyukseskan dan melancarkan kegiatan ini,” tegas Anwar Hafid.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi ingin mengambil peran aktif, bukan sekadar hadir dalam forum koordinasi. Kesiapan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.

Menurut Anwar, Muhammadiyah merupakan mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kontribusi organisasi tersebut, terutama melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi salah satu alasan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

Karena itu, Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kontribusi bersama bagi kemajuan Sulawesi Tengah.

“Saya datang bersama jajaran terkait agar ada kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Muhammadiyah. Kita akan mendukung dari sisi fasilitas dan berbagai kebutuhan lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses,” ujarnya.

 

Baca Juga:   https://penategas.id/2026/10/20/lantik-50-pejabat-bupati-donggala-sentil-birokrasi-kedekatan-bukan-jaminan-kinerja-jadi-ukuran/

 

Dukungan tersebut akan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan, termasuk kesiapan lokasi, penataan kawasan, serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.

Namun, besarnya agenda nasional ini juga menuntut koordinasi yang terukur. Setiap unsur yang terlibat perlu memiliki pembagian tugas yang jelas agar persiapan tidak berjalan sendiri-sendiri dan potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal.

Salah satu perhatian dalam persiapan kegiatan ini adalah rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Gubernur menilai, apabila kunjungan tersebut terlaksana, momentum itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Tengah, itu merupakan kebanggaan bagi masyarakat. Sulawesi Tengah siap menjadi tuan rumah dan kita harus mempersiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya,” kata Anwar.

Meski demikian, persiapan tidak hanya berorientasi pada agenda protokoler dan kemungkinan kedatangan kepala negara. Kesiapan teknis, kelancaran mobilitas, penataan lokasi, serta koordinasi antarpihak juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Gubernur meminta agar rapat koordinasi lanjutan segera digelar untuk mematangkan jadwal, susunan acara atau rundown, serta kebutuhan teknis lainnya. Dengan perencanaan yang terperinci, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Usai rapat koordinasi, Anwar Hafid meninjau langsung sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memberikan arahan terkait kebutuhan fasilitas, penataan kawasan, dan aspek teknis yang perlu dibenahi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, melalui dukungan lintas sektor dan persiapan yang matang, Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Lebih dari sekadar menyukseskan agenda organisasi, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Sulawesi Tengah untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kegiatan nasional. Keberhasilan penyelenggaraan diharapkan memperkuat kepercayaan publik sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Agus Taufiqurrohman; Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M.; sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Sulawesi Tengah; jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah; panitia pelaksana; serta pihak terkait lainnya.