Anwar Hafid dan Dekranas Bidik Pasar Besar untuk Produk UMKM Sulawesi Tengah

Nasional25 Dilihat

PENATEGAS – Produk cokelat, kerajinan, hingga berbagai produk usaha lokal Sulawesi Tengah tengah didorong untuk keluar dari pasar lokal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini memperkuat manajemen usaha dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas agar pelaku UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas.

Langkah itu terlihat dari kedatangan Ketua Bidang Manajemen Usaha (BMU) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Sri Suparni Bahlil, di Sulawesi Tengah, Selasa, (01/09/2026). Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bahkan turun langsung menyambut Sri Suparni di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri sekitar pukul 06.30 WITA.

Gubernur Anwar Hafid didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Namun, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial.

Sri Suparni dijadwalkan meninjau langsung sejumlah sentra usaha yang menjadi bagian dari pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah. Salah satunya IKM Rumah Cokelat dan sejumlah UMKM binaan Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat dari dekat kondisi pelaku usaha, mulai dari kualitas produk, proses produksi, pengemasan, hingga pengelolaan usaha. Aspek-aspek tersebut menjadi penting karena kemampuan UMKM menembus pasar yang lebih besar tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh tata kelola bisnis dan strategi pemasaran.

 

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/09/01/aurelia-fediana-rilis-lagu-selalu-ada-temukan-iman-di-tengah-luka/

 

Usai penyambutan di bandara, Gubernur bersama rombongan melanjutkan silaturahmi di Rumah Jabatan Gubernur Siranindi. Pertemuan itu dihadiri jajaran Dekranasda Sulawesi Tengah.

Di tengah persaingan produk yang semakin ketat, UMKM Sulawesi Tengah menghadapi tantangan untuk mengubah produk lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Produk yang memiliki keunggulan bahan baku dan kekhasan daerah perlu ditopang dengan inovasi, standar kualitas, desain kemasan, serta kemampuan manajemen yang memadai.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi menggerakkan ekonomi lokal. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar.

“Naik kelas” menjadi kata kunci. Pelaku UMKM diharapkan mampu bertransformasi dari usaha skala rumah tangga menjadi unit bisnis yang memiliki perencanaan, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan jaringan distribusi yang lebih kuat.

Rangkaian kunjungan Sri Suparni juga akan berlanjut ke Desa Loru, Kabupaten Sigi. Di wilayah tersebut, rombongan dijadwalkan meninjau sekaligus meresmikan sumur bor.Agenda tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak berdiri sendiri. Penguatan usaha harus berjalan beriringan dengan dukungan terhadap kebutuhan dasar dan produktivitas masyarakat di tingkat desa.

Bagi Sulawesi Tengah, peluang pengembangan industri kerajinan dan UMKM terbuka lebar. Kekayaan sumber daya lokal dan kreativitas masyarakat menjadi modal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Kehadiran Ketua BMU Dekranas diharapkan memperkuat koneksi antara potensi lokal dan peluang pasar. Pemerintah daerah pun dituntut memastikan pelaku usaha mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan berhenti pada kegiatan pameran atau promosi sesaat.

Gubernur Anwar Hafid bersama jajaran Dekranasda Sulawesi Tengah kini memiliki pekerjaan berikutnya: memastikan produk lokal benar-benar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, serta jajaran pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah.

News Feed