Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah, BNPB Minta Pemda Tingkatkan Kewaspadaan

Nasional844 Dilihat

PENATEGAS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia selama periode Sabtu, (11/07/2026) hingga Minggu, (12/07/2026), pukul 07.00 WIB.

Sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan melaporkan kebakaran lahan dengan luasan yang berbeda-beda. Seluruh kejadian telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan.

Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kebakaran terjadi pada Jumat (10/07/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Tatung, Kecamatan Balong. Sekitar tiga hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Ponorogo bersama aparat terkait melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api dinyatakan padam pada Sabtu (11/07/2026).

Masih di Jawa Timur, kebakaran juga terjadi di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat sore itu menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Tim gabungan berhasil mengendalikan api sehari kemudian.

Di Jawa Tengah, karhutla melanda dua lokasi di Kabupaten Banyumas, yakni Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, dan Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati.

Total lahan yang terbakar mencapai tiga hektar, terdiri atas dua hektare di Desa Pamijen dan satu hektar di Desa Karangtalun Kidul. Kebakaran berhasil dipadamkan setelah BPBD bersama unsur terkait melakukan penanganan di lapangan.

Di Kalimantan Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kota Banjarbaru dengan total area terdampak mencapai 11,5 hektare. Rinciannya, 5,5 hektare berada di Kelurahan Cempaka, tiga hektar di Kelurahan Guntung Manggis, dan tiga hektar di Kecamatan Landasan Ulin Selatan. Api berhasil dipadamkan oleh BPBD Kota Banjarbaru bersama tim gabungan.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mencatat luasan kebakaran terbesar dalam laporan BNPB. Sedikitnya 60 hektare lahan terbakar di Kampung Dingin, Kecamatan Lawa, dan Kampung Emas, Kecamatan Empas.

Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan pingsan akibat menghirup asap dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Proses pemadaman selesai pada Sabtu (11/07/2026).

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/07/10/festival-danau-lindu-2026-berbasis-kearifan-lokal/

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Lahan seluas empat hektare terbakar di dua lokasi, yakni tiga hektare di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, serta satu hektar di Desa Jembayan Tengah. BPBD bersama tim gabungan berhasil memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.

BNPB menilai potensi karhutla masih tinggi seiring berlangsungnya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah diminta memperkuat langkah-langkah pencegahan, termasuk meningkatkan patroli di kawasan rawan, memantau titik panas (hotspot), menyiapkan personel dan peralatan, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat.

Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan secara sengaja. Menurut BNPB, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

BNPB menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah di area kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar

News Feed