Wagub Sulteng Letakkan Batu Pertama Huntara di Kamarora, Wujud Respons Cepat Pemerintah bagi Korban Gempa

Nasional72 Dilihat

PENATEGAS Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Huntara bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,7 Magnitudo, Rabu (24/06/2026).

Pembangunan Huntara tersebut menjadi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Sigi dalam memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana dapat segera memperoleh hunian yang aman dan layak.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny Lamadjido menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi musibah yang menimpa warga. Menurutnya, percepatan pembangunan Huntara merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang bergerak sangat cepat. Dalam waktu delapan hari setelah kejadian, pembangunan hunian sementara sudah dapat dimulai untuk masyarakat yang terdampak,” ujar Reny.

Pada tahap awal, sebanyak 50 unit Huntara akan dibangun untuk menampung warga terdampak. Data sementara menunjukkan terdapat 21 rumah terdampak di Desa Kamarora A dan 29 rumah di Desa Kamarora B, sehingga total penerima manfaat Huntara tahap pertama mencapai 50 kepala keluarga.

Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat sebagai dasar penyaluran bantuan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan data yang dihimpun benar-benar sesuai kondisi di lapangan agar seluruh bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.

“Pendataan harus benar-benar valid dan sesuai fakta. Dengan data yang akurat, bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Reny menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sigi dan BNPB atas sinergi yang terjalin dalam penanganan pascabencana. Ia optimistis pembangunan Huntara dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

“Kita berharap dalam waktu sekitar satu minggu masyarakat sudah bisa menempati Huntara yang dibangun. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat,” tegasnya.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/25/pemkab-donggala-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi-lintas-sektor/

Hunian sementara yang dibangun tersebut dirancang dengan fasilitas yang memadai, termasuk sarana sanitasi yang layak dan konstruksi bangunan yang telah disesuaikan dengan karakteristik wilayah rawan gempa. Dengan demikian, warga dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih nyaman sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen.

Kegiatan peletakan batu pertama ini turut dihadiri Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, S.T., M.M., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.S., unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pembangunan Huntara di Kamarora tidak hanya menjadi simbol percepatan penanganan bencana, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali harapan bagi para korban gempa.

News Feed