Gubernur Anwar Hafid Pimpin Deklarasi Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Sulteng Berikan Data Jujur Demi Pembangunan Tepat Sasaran

Daerah23 Dilihat

PENATEGAS – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung pembangunan berbasis data kembali ditegaskan. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memimpin Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan komitmen pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyukseskan pendataan ekonomi terbesar di Indonesia. Deklarasi ditandai dengan pemukulan gendang Sensus Ekonomi 2026 sebagai simbol dimulainya gerakan bersama mendukung pengumpulan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda statistik nasional, tetapi menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Data yang dihasilkan dari sensus ini bukan hanya kebutuhan BPS, tetapi kebutuhan kita semua. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merancang program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan daerah,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan terbuka kepada petugas sensus yang akan melakukan pendataan di lapangan.

Gubernur menyoroti masih adanya anggapan keliru di tengah masyarakat yang mengaitkan sensus ekonomi dengan kepentingan perpajakan. Padahal, kata dia, tujuan utama sensus adalah memotret kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha secara menyeluruh agar kebijakan pembangunan lebih efektif.

“Jangan takut dan jangan ragu memberikan informasi. Sensus ekonomi bukan untuk kepentingan pajak. Data yang akurat akan membantu pemerintah memastikan bantuan dan program pembangunan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Anwar Hafid juga meminta seluruh kepala daerah, camat, hingga kepala desa untuk turut mengawal pelaksanaan sensus di wilayah masing-masing. Dukungan tersebut dinilai penting agar seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar, dapat terdata secara optimal.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/06/19/yovan-rilis-single-perdana-maaf-cinta-kolaborasi-bareng-eks-drummer-jamrud-herman-husin/

Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan akan menjangkau seluruh rumah tangga dan pelaku usaha guna memetakan potensi ekonomi Indonesia secara komprehensif.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan potensi ekonomi nasional. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Dadang.

Ia memastikan seluruh petugas sensus telah dibekali pelatihan dan akan menggunakan atribut resmi berupa rompi serta tanda pengenal sehingga mudah dikenali masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga memperkenalkan slogan TIR, yakni Terima kedatangan petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga. Melalui slogan itu, BPS ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat memberikan data.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Anwar Hafid. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus demi menghasilkan data ekonomi yang berkualitas, bermakna, dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan data yang akurat sebagai fondasi lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah di masa depan.

News Feed