Wastra Sulteng Mendunia! Sry Nirwanti dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Kreatif Berbasis Budaya

Daerah148 Dilihat

PENATEGAS – Semangat membangkitkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal kembali digaungkan di Sulawesi Tengah. Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, secara resmi membuka kegiatan Pendampingan dan Pelatihan UMKM Wastra dan Barista yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Silae Palu, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miftachul Choiri, itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya sektor wastra dan industri kopi lokal yang kini terus berkembang di daerah.

Dalam sambutannya, Sry Nirwanti menegaskan bahwa penguatan UMKM wastra tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Sulawesi Tengah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong promosi produk lokal sekaligus merayakan kekayaan budaya Nusantara melalui karya-karya wastra yang sarat nilai tradisi dan kearifan lokal.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pengrajin wastra Sulawesi Tengah semakin berkembang, semakin percaya diri memasarkan produknya, dan terus menjaga warisan budaya yang kita miliki,” ujar Sry Nirwanti di hadapan peserta pelatihan.

http://BACA JUGA: https://penategas.id/ratusan-warga-terbantu-isbat-nikah-dan-khitanan-massal-di-palu-hadirkan-kepastian-hukum-bagi-keluarga/

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia Sulawesi Tengah yang dinilai konsisten mendukung pengembangan UMKM kerajinan daerah. Kolaborasi antara Bank Indonesia dan Dekranasda disebutnya menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Sry Nirwanti menuturkan, wastra Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kekayaan motif, desain khas daerah, hingga penggunaan pewarna alami menjadi kekuatan tersendiri yang membedakan produk lokal Sulawesi Tengah dengan daerah lain.

Ia pun mengisahkan bagaimana perkembangan kain tenun Sulawesi Tengah kini semakin diminati berbagai kalangan. Selama ini, dirinya mengaku konsisten mengenakan kain tenun lokal, terutama kain buya dan motif khas Kota Palu, sebagai bentuk dukungan terhadap para pengrajin daerah.

Menurutnya, kreativitas para desainer lokal telah berhasil menghadirkan tampilan busana wastra yang modern, elegan, dan fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara resmi hingga aktivitas santai sehari-hari.

“Sekarang kain-kain kita sudah tampil sangat menarik. Modelnya semakin beragam dan bisa dipakai anak muda, remaja, hingga orang dewasa. Ini menunjukkan wastra Sulawesi Tengah mampu mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda agar semakin bangga menggunakan produk lokal sebagai bagian dari identitas dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menilai program pendampingan dan pelatihan UMKM wastra dan barista menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM daerah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal sehingga memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.

Di akhir sambutannya, Sry Nirwanti meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Ia menegaskan bahwa keberhasilan UMKM dalam mengembangkan usaha akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini pun menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha dalam menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis kearifan lokal Sulawesi Tengah.

 

News Feed