UMKM Donggala “Hujan Rezeki” di Perayaan Imlek 2577, Harmoni Budaya Dongkrak Ekonomi Lokal

Daerah634 views

PENATEGAS – Perayaan Imlek 2577 Tahun 2026 yang mengusung tema Harmoni Budaya Tionghoa dan Kaili bukan hanya menjadi panggung kebudayaan, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Donggala.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Banawa, Minggu (08/02/2026), itu sukses menciptakan suasana kebersamaan sekaligus meningkatkan perputaran uang di tengah masyarakat.

Sejak sore hari, kawasan Jalan Kemakmuran dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Mereka datang bukan hanya menyaksikan pertunjukan seni budaya melainkan juga dapat menikmati ragam kuliner yang disajikan oleh puluhan pelaku UMKM. Momentum ini benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang promosi dan peningkatan penjualan.

Pendamping UMKM Kabupaten Donggala, Hawang, S.Sos., mengatakan bahwa keterlibatan pelaku UMKM dalam perayaan Imlek tahun ini merupakan bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui event budaya.

Puluhan pelaku UMKM dilibatkan, mulai dari usaha kuliner tradisional dan modern, hingga produk kreatif khas Donggala.

“Event seperti ini bukan hanya soal perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung. Dampaknya sangat terasa bagi peningkatan omzet UMKM,” ujar Hawang.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Stan-stan UMKM dipadati pengunjung yang datang silih berganti.

Aneka makanan khas seperti lalampa, kue tradisional, minuman segar, hingga sajian khas Imlek laris manis diserbu pembeli. Produk kerajinan pun tak kalah diminati.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami lonjakan omzet yang signifikan selama kegiatan berlangsung.

Bahkan, ada yang menyebutkan pendapatan mereka meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Bagi mereka, perayaan ini menjadi “hujan rezeki” yang sangat dinantikan.

Salah seorang pelaku usaha kuliner mengungkapkan rasa syukurnya karena dagangannya habis terjual sebelum acara berakhir.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi kecil.

Perayaan Imlek 2577 ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara budaya dan ekonomi kreatif mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Harmoni antara budaya Tionghoa dan Kaili tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, perayaan ini diharapkan menjadi model pengembangan event berbasis budaya yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

Pemerintah dan para pemangku kepentingan pun diharapkan terus memberi ruang dan dukungan agar UMKM lokal semakin tumbuh, berdaya saing, dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Baca Juga: https://penategas.id/imlek-2577-kongzili-di-donggala-merajut-syukur-meneguhkan-persaudaraan-dalam-cahaya-keberagaman/

 

 

News Feed