PENATEGAS – Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Donggala. Kali ini, bencana tersebut terjadi di Kecamatan Banawa Tengah pada Senin, 7 Juli 2025 sekitar pukul 14.30 WITA.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan sungai di wilayah tersebut meluap dan menerjang pemukiman warga serta fasilitas umum.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat, terdapat ratusan rumah warga yang terdampak banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Mansyur, S.Sos, mengungkapkan bahwa banjir merendam rumah-rumah warga di delapan desa, dengan jumlah terdampak sebagai berikut: Desa Towale 152 unit, Desa Mekar Baru 90 unit, Desa Kola-Kola 147 unit, Desa Lumbudolo 29 unit, Desa Tosale 90 unit, Desa Lumbumamara 192 unit, Desa Lumbu Tarombo 17 unit, dan Desa Limboro 104 unit.
“Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat,” kata Mansyur di Donggala, Selasa (08/07/25).
Di antara fasilitas umum yang terdampak banjir adalah Kantor Desa Kola-Kola, Kantor BPD Kola-Kola, Mushola Kola-Kola, dan Masjid Al-Munawarah di Desa Limboro.
Fasilitas kesehatan juga tak luput dari bencana. Posyandu dan Puskesmas Delatope di Desa Kola-Kola turut terendam air. Sementara di sektor pendidikan, banjir merusak bangunan Madrasah Aliyah Kola-Kola, TK Al-Khairat, TPΑ (Tempat Pengajian Anak) Kola-Kola, SD Tosale, MTs Tosale, dan SMA Mekar Baru.
Kerusakan infrastruktur jalan pun cukup parah. Akses jalan penghubung antara Dusun 1 dan Dusun 2 di Desa Powelua terputus total akibat gerusan derasnya arus sungai.
Jembatan di Desa Lumbudolo mengalami kerusakan namun masih dapat dilalui, sedangkan jembatan di Desa Tosale dilaporkan terputus total.
Hingga saat ini, BPBD Donggala bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan.
Mereka juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tinggi.
Baca Juga: http://Modiu Bulava Mpongeo: Upacara Sakral yang Menyatukan Dua Desa Bersaudara






