Momentum Idul Fitri: Merajut Simpul Kebersamaan untuk Kemajuan Universitas Tadulako

Artikel158 views

Momentum Idul Fitri: Merajut Simpul Kebersamaan untuk Kemajuan Universitas Tadulako

Oleh: Slamet Riadi Cante (Guru Besar FISIP Universitas Tadulako)

GEMA takbir yang mengalun menandai berakhirnya Ramadan, bulan penuh refleksi dan pengendalian diri. Bagi keluarga besar Universitas Tadulako, Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memulihkan energi kolektif dan memperkuat kebersamaan dalam mendorong kampus yang unggul dan berdaya saing.

Secara makna, Idul Fitri adalah kembali ke fitrah atau kesucian. Dalam konteks perguruan tinggi, nilai ini dapat dimaknai sebagai upaya mengembalikan marwah universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan pengabdian.

Semangat kesucian yang lahir dari Ramadan seharusnya tercermin dalam kehidupan akademik. Perbedaan pandangan dalam pengelolaan organisasi maupun diskursus ilmiah adalah hal yang wajar. Namun, Idul Fitri mengajarkan pentingnya menekan ego, membuka ruang saling memaafkan, dan memperbaiki komunikasi yang mungkin sempat terhambat.

Sebagai salah satu institusi kebanggaan Sulawesi Tengah, Universitas Tadulako memiliki nilai kearifan lokal “Nosarara Nosabatutu” (bersaudara dan bersatu). Momentum Idul Fitri menjadi kesempatan untuk menguatkan kembali nilai tersebut dalam kehidupan kampus.

Kebersamaan yang terbangun tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi perlu diubah menjadi kekuatan sosial. Kemajuan universitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga oleh soliditas kolaborasi antar civitas akademika.

Silaturahmi di hari raya juga perlu dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas pertemuan sosial, tetapi berkembang menjadi silaturahmi intelektual. Semangat berbagi yang tumbuh di bulan Syawal dapat diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran gagasan, dan kerja lintas disiplin.

Ke depan, Universitas Tadulako dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan hingga tuntutan akreditasi internasional.

Tantangan tersebut tidak bisa dihadapi secara parsial. Diperlukan kerja bersama yang solid dan saling pengertian antar seluruh elemen kampus.

Idul Fitri mengingatkan bahwa kekuatan kolektif jauh lebih efektif dibandingkan kerja sendiri-sendiri. Seperti sapu lidi yang terikat kuat, kebersamaan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai hambatan.

Penutup: Menyongsong Hari Esok

Saat kita melangkah kembali ke kampus setelah libur lebaran, mari kita bawa semangat kemenangan ini. Mari kita jadikan Universitas Tadulako bukan hanya tempat bekerja atau menuntut ilmu, melainkan sebuah rumah besar tempat merajut persaudaraan untuk dipupuk, dan mengejar prestasi secara bersama sama.

Selamat Idul fitri 1447 H. Mari kita rayakan kemenangan ini dengan komitmen baru untuk membawa Almamater ke puncak kejayaan. Dengan kebersamaan yang tulus, Universitas Tadulako akan terus tumbuh menjadi menara air yang menyuburkan intelektualitas dan kesejahteraan di bumi Tadulako. Semoga. (*)

News Feed