PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menghadiri pengukuhan Anggota Kehormatan Kerukunan Keluarga Bungku dalam sebuah suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan di Kabupaten Morowali, Selasa (17/02/2026)
Momentum tersebut menjadi pengingat kuat bahwa fondasi utama kemajuan Sulawesi Tengah terletak pada eratnya rasa persaudaraan antarwarga.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa sebagai sesama masyarakat Sulawesi Tengah, seluruh elemen harus terus menjaga nilai gotong royong, saling menghargai, dan memperkuat solidaritas.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga pada kekuatan sosial yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
“Kekuatan Sulawesi Tengah ada pada rasa kekeluargaan. Jika kita saling tolong-menolong dan menjaga persaudaraan, maka setiap tantangan pembangunan akan mampu kita lalui bersama,” tegasnya di hadapan para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Kerukunan Keluarga Bungku.
Pengukuhan Anggota Kehormatan Kerukunan Keluarga Bungku ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penguatan nilai-nilai adat dan budaya yang telah lama menjadi perekat kehidupan masyarakat.
Bungku sebagai salah satu identitas kultural di Sulawesi Tengah memiliki sejarah panjang dalam menjaga tradisi, kehormatan, serta semangat persatuan.
Gubernur juga menekankan bahwa keberagaman adat dan budaya di Sulawesi Tengah adalah kekayaan yang menyatukan, bukan memisahkan.
Dari pesisir hingga pegunungan, dari berbagai suku dan bahasa, seluruhnya memiliki kontribusi penting dalam membangun daerah.
Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan energi untuk saling melengkapi.
Menurutnya, harmoni sosial menjadi modal utama dalam menciptakan stabilitas daerah. Stabilitas inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya iklim pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dari akar budaya yang kuat, kita bangun persatuan yang kokoh. Dengan persatuan itu, Sulawesi Tengah akan terus melangkah maju,” ujarnya penuh optimisme.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan sarat nuansa adat. Para tamu undangan tampak antusias mengikuti rangkaian prosesi, yang mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
Momentum ini sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas adat sebagai mitra strategis pembangunan.
Di akhir kegiatan, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan.
Ia berharap semangat kekeluargaan yang tercermin dalam Kerukunan Keluarga Bungku dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tengah.
Dengan semangat harmoni dan persaudaraan, Sulawesi Tengah diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan zaman serta mewujudkan cita-cita bersama menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi jati diri masyarakatnya.
Baca Juga: https://penategas.id/padi-ladang-di-pulau-teluk-enam-temukan-kendala-jelang-panen/






