Gubernur Anwar Hafid, Perintahkan Kerahkan Alat Berat Tangani Bencana

Nasional128 views

PENATEGAS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat dan sigap dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Wani Kecamatan Tanantovea serta sejumlah wilayah sekitarnya di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala.

Respons cepat ini dilakukan atas perintah langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemulihan akses menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Melalui koordinasi lintas sektor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama dinas teknis terkait langsung diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan dapat segera dikendalikan, sekaligus meminimalkan dampak lanjutan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Senin (12/01/2026).

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa meskipun sejumlah akses jalan masih belum dapat dilalui akibat material banjir dan longsor, pemerintah provinsi telah mengerahkan alat berat ke titik-titik strategis untuk mempercepat pembukaan akses dan pembersihan material.

“Kami langsung bergerak begitu menerima laporan. Alat berat sudah kami kerahkan dan diposisikan di beberapa titik terdampak untuk membantu penanganan awal, terutama membuka akses jalan agar aktivitas dan mobilitas masyarakat bisa segera kembali normal,” ujar Asbudianto.

Ia menjelaskan, salah satu wilayah dengan dampak terparah berada di Dusun Sisere, Desa Wani. Di lokasi tersebut, lebih dari 100 kartu keluarga terdampak banjir.

Air yang meluap tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga merusak infrastruktur dan memutus akses jalan penghubung antar desa, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Penanganan bencana, lanjut Asbudianto, dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala, Polres Donggala, TNI, serta unsur lintas sektor lainnya untuk memastikan respons penanganan berjalan efektif dan terintegrasi.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berencana mendirikan posko bencana yang dipusatkan di Desa Wani.

Posko ini akan menjadi pusat koordinasi penanganan, pendataan korban, serta pelayanan bagi masyarakat terdampak, termasuk penyaluran bantuan logistik.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, Desa Wani tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat. Sedikitnya empat unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus banjir, sementara di Dusun Sisere Desa Labuan Toposo ditemukan tiga sepeda motor yang terseret derasnya aliran air.

Selain itu, sejumlah titik longsor menyebabkan akses jalan terputus dan jaringan infrastruktur dasar, termasuk listrik, belum dapat difungsikan secara normal.

Terkait kondisi akses jalan, Asbudianto menegaskan bahwa Pemprov Sulteng akan melakukan asesmen lanjutan secara menyeluruh.

“Kami akan melakukan asesmen terlebih dahulu terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak. Dari hasil asesmen tersebut, akan ditentukan langkah penanganan lanjutan agar akses masyarakat bisa kembali pulih dan aktivitas warga berjalan normal, sesuai arahan Bapak Gubernur,” pungkasnya.

Baca Juga: https://penategas.id/i-wayan-supadiyasa-dosen-universitas-tompotika-raih-gelar-doktor-cumlaude/