PENATEGAS – Even Nyanyian Timur yang dirangkaikan dengan Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta aksi penggalangan donasi kemanusiaan bagi masyarakat Aceh dan Sumatera menjadi penutup penuh makna rangkaian agenda Pemerintah Kabupaten Donggala di penghujung tahun 2025.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan dan ajang ekonomi rakyat, tetapi juga momentum menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial lintas daerah.
Digelar dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, Rabu (31/12/25) malam di Pelabuhan Tua Donggala sukses menyedot perhatian masyarakat.
Alunan musik khas dalam Event Nyanyian Timur berpadu dengan geliat ekonomi lokal melalui bazar UMKM, menghadirkan ruang pertemuan antara seni, budaya, ekonomi kerakyatan, dan nilai kemanusiaan.
Pemerintah Kabupaten Donggala melalui kegiatan ini memberikan ruang strategis bagi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan berbagai produk unggulan daerah.
Mulai dari aneka olahan makanan rumahan, jajanan tradisional, hingga kuliner khas Donggala yang menggugah selera, semuanya tersaji dan mendapat sambutan antusias dari pengunjung.
Salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah sokko panggang khas Donggala. Aroma khas dari kuliner tradisional ini mengundang minat masyarakat untuk mencicipi, sekaligus menjadi simbol kehangatan lokal yang dinikmati sambil berbagi.
Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga turut berpartisipasi dalam aksi donasi kemanusiaan bagi saudara-saudara di Aceh dan Sumatera yang tengah membutuhkan uluran tangan.
UMKM yang terlibat dalam bazar ini merupakan UMKM binaan Hawang Gafir, S.Sos yang selama ini konsisten mendampingi dan memberdayakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Donggala.
Pendampingan tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas produk, kepercayaan diri pelaku UMKM, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Adapun pelaku UMKM yang turut ambil bagian antara lain Ibu Nani dari Kelurahan Labuan Bajo, Ibu Kartini dari wilayah Kilometer 8, serta Ibu Hajar dari Dusun Kabuti.
Ketiganya menghadirkan produk unggulan masing-masing dan merasakan langsung manfaat dari kegiatan bazar yang difasilitasi pemerintah daerah.
Para pelaku UMKM berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka juga menginginkan dukungan berupa fasilitas, pendampingan, dan akses pemasaran yang lebih luas agar UMKM lokal semakin berkembang, mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Melalui Even Nyanyian Timur dan Bazar UMKM ini, Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Di penghujung tahun 2025, Donggala menutup langkahnya dengan pesan kuat: membangun daerah tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas untuk sesama anak bangsa.
Baca Juga: https://penategas.id/wujud-tata-kelola-profesional-pemdes-pomolulu-tuntaskan-perlengkapan-lpj-2025/






