Cetak Lapangan Kerja Lewat Budidaya Ikan Air Tawar: “Berani Tangkap Banyak, Bukan Sekadar Laut!”

Ekonomi132 views

PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan aksi nyata dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Jumat (16/01/2026), ia meninjau kompleks budidaya ikan Nila dan Sidak di Kampung Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah strategis penguatan program unggulan “Berani Tangkap Banyak”, yang digagas Anwar untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat tidak hanya berbasis laut, tetapi juga darat.

“Ini peluang besar untuk menjadikan program Berani Tangkap Banyak bukan hanya di laut, tapi juga di darat,” tegas Anwar Hafid di hadapan para petani dan pembudidaya ikan setempat.

Program ini mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar sebagai alternatif pendapatan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi lahan dan sumber air memadai.

Gubernur berharap setiap daerah di Sulawesi Tengah memiliki kawasan khusus budidaya ikan, sehingga masyarakat bisa menjalankan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kita ingin suatu saat ada tempat khusus untuk budidaya ikan Nila dan Sidak, supaya semua masyarakat bisa ikut memanfaatkan peluang ini,” tambahnya.

Kunjungan ini didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Yopie Morya Immanuel Patiro, sebagai bukti dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pelaku usaha perikanan budidaya.

Kehadiran pemerintah juga diharapkan menjadi pemacu semangat bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, Anwar Hafid menekankan rencana pengembangan Kampung Tematik berbasis budidaya ikan, yang bisa menjadi pusat ekonomi baru memanfaatkan potensi lokal. Lokasi awal yang diusulkan adalah Kelurahan Petobo dan Desa Mpanau, sebagai pilot project.

“Program ini bukan hanya soal produksi, tapi soal kesejahteraan nyata rakyat. Mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan masyarakat,” ujar Anwar Hafid.

Langkah tegas Gubernur Sulteng ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan bisa dijalankan secara inovatif, memanfaatkan sumber daya lokal, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dengan sinergi pemerintah dan pelaku usaha, Sulawesi Tengah bergerak menuju ekonomi yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif.

Baca Juga: https://penategas.id/gubernur-anwar-hafid-ajak-masyarakat-bangun-sulawesi-tengah-lewat-subuh-berkah/

News Feed