Cerdas Mengulas Buku Kolaborasi Gramedia Palu dan Balai Bahasa Sulteng

Daerah948 views

PENATEGAS Dalam upaya menumbuhkan semangat literasi sejak usia dini, Gramedia Palu bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Lomba Cerdas Mengulas Buku yang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kota Palu.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Uji Keterbacaan Buku Dwibahasa, yang berlangsung pada 1–4 Oktober 2025 di Gramedia Palu, Jalan Moh. Hatta, Palu Selatan.

Kegiatan empat hari ini secara resmi dibuka oleh Bunda Duta Baca Kota Palu, Diah Puspita, S.AP yang turut mengapresiasi langkah kolaboratif antara dunia pendidikan dan pelaku industri literasi dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan pelajar.

Selain lomba, rangkaian kegiatan juga meliputi Pameran Buku Dwibahasa, Sosialisasi Krida Saraba, Uji Keterbacaan Buku Dwibahasa, serta Lomba Cerdas Mengulas Buku itu sendiri.

Dalam lomba tersebut, setiap peserta diberikan satu buku untuk dibaca dan kemudian diminta mempresentasikan hasil ulasannya di hadapan dewan juri.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya ditantang memahami isi bacaan, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi secara terstruktur.

Heru Nuhriyana, Store Manager Gramedia Palu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi Gramedia Pusat yang bekerja sama dengan Balai Bahasa di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

“Event ini tidak hanya diselenggarakan di Kota Palu, tetapi juga di berbagai kota lain di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Palu menjadi salah satu kota yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah,” jelas Heru. Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan mewujudkan peningkatan literasi di Sulawesi Tengah.

“Visi kami adalah menciptakan literasi yang lebih baik, khususnya di Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya. Data menunjukkan minat baca di daerah ini masih tergolong rendah. Melalui kolaborasi seperti ini, peningkatannya akan lebih efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Nelis Pradesa, S.Pd., M.Pd., perwakilan Balai Bahasa Sulteng sekaligus dewan juri lomba, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama: kelengkapan identitas buku, kedalaman analisis isi, ketepatan argumen dalam menilai kelebihan dan kekurangan buku, orisinalitas gagasan, serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Struktur ulasan yang logis serta kemampuan menarik minat pembaca juga menjadi poin penting penilaian. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana positif untuk meningkatkan literasi di kalangan murid SD. Mereka menjadi lebih termotivasi untuk membaca dan mengulas buku, serta mendorong sekolah-sekolah agar terus membumikan budaya literasi di Sulawesi Tengah,” tutur Nelis.

Salah satu peserta, Kinanti Ariiqoh Naaifa, murid kelas 5 SDN 2 Talise Kota Palu, mengaku bangga bisa mewakili sekolahnya dalam ajang tersebut.

“Saya senang sekali ikut lomba ini. Awalnya sempat kaget karena buku yang diulas berubah saat daftar ulang, jadi harus membaca ulang dan memahami isi buku yang dwibahasa, termasuk bahasa daerah Kaili. Tapi saya tetap semangat,” ujarnya antusias.

Guru pendamping Kinanti, Ratna, S.Pd., menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan diri murid. “Kami tidak menargetkan apapun, karena ini pengalaman pertama. Yang penting anak-anak belajar, berani tampil, dan punya motivasi untuk event serupa di masa depan,” jelasnya.

Ke depan, Lomba Cerdas Mengulas Buku direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Kolaborasi antara Balai Bahasa Provinsi Sulteng, Gramedia Palu, dan Bunda Duta Baca Kota Palu ini diharapkan menjadi motor penggerak literasi di Sulawesi Tengah, mendorong generasi muda untuk lebih mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Baca Juga: https://penategas.id/target-3-poin-laskar-tadulako-siap-jinakkan-elang-jawa-di-stadion-gawalise/