Akademisi Harap Retret Anwar Hafid Perkuat Implementasi 9 Program BERANI

Daerah92 views

PENATEGAS – Retret spiritual yang digagas oleh Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, yang melibatkan seluruh pimpinan OPD di jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng, dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat dimensi etika dan spiritualitas kepemimpinan daerah.

Guru Besar Bidang Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan tersebut patut diapresiasi dalam kerangka peningkatan kualitas iman dan ketakwaan para pimpinan daerah.

Menurut Prof. Slamet Riadi, retret spiritual bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari proses perenungan diri bagi para pejabat publik. Di tengah padatnya rutinitas pemerintahan dan tekanan pengambilan keputusan, retret menjadi ruang jeda untuk menata kembali orientasi kepemimpinan agar tetap berpijak pada nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial.

“Retret ini memberi kesempatan bagi pimpinan daerah untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat. Aspek spiritual sangat relevan dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas,” ujar Slamet Riadi.

Ia menambahkan, publik menaruh harapan besar agar dampak retret spiritual tersebut tidak berhenti pada ranah personal, tetapi tercermin dalam kinerja birokrasi. Secara khusus, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memberikan pelayanan publik yang optimal serta melahirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Nilai-nilai yang diperoleh dari retret idealnya terinternalisasi dalam praktik pemerintahan sehari-hari, terutama dalam mendukung realisasi sembilan program BERANI yang telah dicanangkan oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Lebih lanjut, Guru Besar Untad itu menilai bahwa retret spiritual semestinya tidak bersifat insidental. Ia menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala, idealnya setiap enam bulan, sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi aparatur pemerintah.

“Bahkan, akan lebih baik jika retret spiritual juga dilaksanakan di tingkat pemerintah kabupaten dan kota, sehingga terdapat kesinambungan nilai dan visi kepemimpinan dari tingkat provinsi hingga daerah,” pungkasnya.(*)

News Feed