“606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot, Anwar Hafid ‘Gedorkan’ Mendes PDT: Digitalisasi Tak Bisa Ditunda”

Nasional132 views

PENATEGAS – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si kembali menunjukkan keseriusannya membangun desa dari akar persoalan paling mendasar: akses internet.

Di hadapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Anwar Hafid secara lugas mengungkap fakta mencengangkan sebanyak 606 desa di Sulawesi Tengah masih hidup dalam keterbatasan jaringan internet.

Persoalan krusial itu disampaikan langsung Gubernur Anwar Hafid saat audiensi di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (19/01/2026).

Bagi Anwar Hafid, digitalisasi desa bukan sekadar wacana modernisasi, melainkan kunci percepatan pembangunan dan penggerak ekonomi kerakyatan.

“Tanpa internet, desa akan terus tertinggal. Usaha desa sulit berkembang, layanan publik terhambat, dan produk lokal tak mampu menembus pasar yang lebih luas,” tegas Anwar Hafid dalam pertemuan tersebut.

Ia menekankan, keterbatasan akses internet masih diperparah dengan minimnya infrastruktur dasar seperti jembatan penghubung antarwilayah desa, yang membuat distribusi hasil pertanian dan kerajinan rakyat berjalan lambat.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius dalam mewujudkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi desa.

Gayung bersambut. Mendes PDT Yandri Susanto merespons tegas dan optimistis. Ia memastikan pemerintah pusat siap mengawal penuh upaya Sulawesi Tengah keluar dari jerat blank spot digital.

“Masalah yang disampaikan Pak Gubernur justru harus kita ubah menjadi peluang. Internet, listrik, infrastruktur, hingga kesiapan lahan Koperasi Desa semuanya akan kita kawal bersama,” ujar Yandri.

Menurutnya, digitalisasi desa kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, agar desa tidak semakin tertinggal dari laju perkembangan wilayah perkotaan.

Ia bahkan memastikan akan turun langsung ke Sulawesi Tengah bersama jajaran Kementerian Desa dan PDT untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan program strategis nasional berjalan efektif.

Yandri juga menilai, pengalaman panjang Anwar Hafid yang meniti kepemimpinan dari level desa hingga nasional—menjadi modal besar dalam mempercepat pembangunan desa di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai harapan baru bagi ratusan desa yang selama ini terisolasi secara digital.

“Kami berharap afirmasi dari pemerintah pusat benar-benar menjadi solusi nyata. Digitalisasi desa harus berjalan merata agar pembangunan Sulawesi Tengah adil, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Audiensi strategis tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian Desa dan PDT.

Baca Juga: https://penategas.id/di-tengah-duka-banjir-pan-donggala-hadir-menguatkan-warga-tanantovea-dan-labuan/

News Feed